Kerja Keras Membangun Kepercayaan Investor - Menantikan Geliat Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Tahun baru menjadi harapan baru bagi pelaku usaha, baik itu di Pasar Tanah Abang ataupun di Pasar Modal. Mengawali tahun baru, Presiden Joko Widodo membuka tradisi baru dengan menyambangi pasar tradisional Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebelum membuka perdagangan awal tahun di Bursa Efek Indonesia seperti yang sering dilakukan pemerintahan sebelumnya.

Pristiwa ini menjadi gambaran penting yang memiliki pesan yang dalam bila pertumbuhan pasar modal harus seirama dengan pertumbuhan di Pasar Tanah Abang. Pasalnya, keduanya menjadi tulang punggung roda ekonomi Indonesia. Terkait dengan perdagangan awal tahun 2015 yang dibuka Jokowi, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka naik 6,85 poin atau 0,13% menjadi 5.233,80. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 1,73 poin (0,19%) menjadi 900,31. Untuk nilai tukar rupiah bergerak melemah sebesar 43 poin menjadi Rp12.430 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.387 per dolar AS.

Dalam pembukaan perdagangan pasar modal, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia sedang membangun kepercayaan kepada investor dengan memudahkan izin berinvestasi di dalam negeri,”Pembangkit listrik jangan sampai izinnya 6-5 tahun. Akan saya teliti, kalau diberi target tidak bisa, akan ada konsekuensi yang harus dibayar. Kita sedang membangun kepercayaan," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan bahwa pemerintah juga akan memberikan suntikan dana kepada BUMN agar bisa mempercepat pembangunan infrastruktur sehingga nantinya diharapkan ada koneksi antar propinsi, pulau dengan lainnya menjadi lebih baik. Dijelaskannya, anggaran fiskal lebih banyak sehingga bisa fokus konektivitas, akan memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi. Nanti akan kami sampaikan di APBNP," kata Presiden.

Presiden memaparkan bahwa saat ini ruang fiskal Indonesia bertambah sekitar Rp240 triliun setelah dipangkasnya subsidi bahan bakar minyak (BBM), dana itu bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, waduk irigasi, jalan tol dan jalur kereta api di luar jawa, pelabuhan, serta bandar udara,”Kalau bisa dikerjakan dengan ruang fiskal dan dikerjakan di awal tahun sehingga akan memberikan 'trigger' pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Jangan ada suara-suara yang sulit, tunjukkan kepada saya akan kami selesaikan, karena kita ingin benar-benar melayani," kata Presiden.

Ke depan, Presiden mengingatkan bahwa masih ada tantangan global dan juga internal yang memang sulit diprediksi situasinya, namun pemerintah tetap optimis dapat menghadapinya. "Saya kira internal optimis akan lebih baik,”ujar Presiden.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuanngan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan bahwa dengan kehadiran presiden untuk membuka perdagangan 2015 diharapkan dapat memberikan dorongan semangat para pelaku pasar modal,”Kami meyakini dengan dukungan berbagai kebijakan pemerintah yang positif dapat memberikan dorongan ke pasar modal untuk tumbuh lebih baik," ujar Muliaman. (bani)

Related posts