Penjualan BSD Anjlok Rp 850 Miliar - Tutup Buku 2014

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan penurunan marketing sales senilai Rp850 miliar sampai akhir 2014,”Realisasi Rp6,5 triliun sampai Desember 2014 dari proyek BSD rincian belum ada detail,”kata Hermawan Wijaya, Direktur dan Corporate Secretary PT Bumi Serpong Damai Tbk di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, capaian realisasi itu lebih rendah dari pencapaian tahun lalu. Dimana perseroan membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp7,35 triliun sepanjang 2013. Meski

target 2014 lebih rendah dari pencapaian 2013, kata Hermawan, pihaknya akan memburu perolehan marketing sales 10-15% sepanjang 2015. Pasalnya akan ada projek baru pada tahun baru. "Sesuai dengan sektor akan ada guidence 10-15% marketing sales,”ungkapnya.

Asal tahu saja, target pra penjualan PT Bumi Serpong Damai Tbk tahun 2014 sebesar Rp6 triliun, dimana angka tersebut tumbuh 11% pada tahun ini. Dijelaskan, target tersebut dari segmen residensial tetap menjadi kontributor utama senilai Rp3,10 triliun atau sebesar 52%. Kemudian sekitar Rp1,92 triliun atau 62% menjadi target utama perolehan segmen residensial dari penjualan unit rumah tapak yang berlokasi di BSD City. “Proyek kedua residensial di Cibubur dengan target Rp370 miliar dan terbesar ketiga adalah Grand Wisata, Bekasi dengan Rp330 miliar,”kata Hermawan Wijaya.

Sementara itu, guna memperkuat penjualan di segmen residensial, perseroan melakukan strategi diversifikasi proyek di daerah seputar Jakarta dan di luar Pulau Jawa seperti melalui pengembangan proyek Gran City di Balikpapan. Menurutnya, proyek Gran City, Balikpapan sudah mulai dipasarkan pada 2014 ini, dengan target marketing sales senilai Rp150 miliar pada tahun pertama. “Angka tersebut menjadikan Gran City sebagai kontributor terbesar keempat untuk target marketing sales 2014 untuk segmen residensial,” tutup dia.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan laba bersih sembilan bulan tahun 2014 sebesar Rp3,2 triliun, naik 49% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,1 triliun. Laba bersih per saham tumbuh 44,19% menjadi Rp177,37 per lembar dibanding akhir kuartal III tahun lalu senilai Rp123,01 per lembar.

Disebutkan, tumbuhnya laba bersih tersebut diperoleh dari pembelian saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) sebesar Rp1,5 triliun,”Strategi investasi tersebut memperkuat rerata pertumbuhan laba bersih mencapai 76% secara CAGR dalam lima tahun terakhir," kata Herman.

Sementara pendapatan perusahaan pada akhir September lalu susut 7,45% menjadi Rp3,91 triliun dibanding akhir September 2013 sebesar Rp4,22 triliun. Pendapatan perusahaan mayoritas dikontribusi dari penjualan tanah, rumah tinggal, ruko, dan bangunan industri, dengan porsi mencapai 82% dari pendapatan atau sebesar Rp3,2 triliun.

Padahal pendapatan tahun lalu lebih tinggi lantaran adanya transaksi istimewa (transaksi anorganik) berupa penjualan kavling tanah sebesar Rp1,3 triliun kepada tiga perusahaan patungan antara BSDE dengan Hongkong Land, AEON Mall Jepang, dan Dyandra,”Kuatnya permintaan konsumen atas produk properti berkualitas membuat pendapatan organik pada kuartal III/2014 tumbuh 34% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,9 triliun," ujarnya. (bani)

Related posts