Investasi Saham Masih Jadi Primadona - Janjikan Keuntungan Besar

NERACA

Jakarta – Mencetak pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2014 sebesar 22,3% atau menjadi yang tertinggi di Asia melebihi Thailand, Malaysia dan Singapura, menjadi pertimbangan bila investasi saham kedepan masih menjanjikan. Pasalnya, investasi di pasar saham merupakan investasi yang paling banyak memiliki kelebihan.

Perencana Keuangan, Safir Senduk mengatakan, investasi dalam bentuk saham dinilai masih menjadi kunci utama dalam mengelola pendapatan keuangan di tahun 2015,”Saya selalu bilang investasi yang paling banyak kelebihannya adalah investasi di pasar modal. Karena murah tidak sampai Rp 5 juta,hanya sekira Rp1-Rp3 juta seseorang sudah dapat menjadi investor dan tidak sulit untuk dikelola kembali,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Safir, saham juga tidak sulit untuk dijual kembali. Oleh karena itu, investasi melalui saham ibarat memiliki perusahaan tanpa harus membangunnya dari awal. Selain itu, tanpa harus kerja di sektor tersebut, jika seseorang bisa memilih perusahaan yang kondisi keuangannya baik,maka bisa investasi secara besar. Maka amatilah terus perkembangan saham mana yang berpotensi bagus.

Sekadar informasi, pasar saham Indonesia mengalami kenaikan sebesar 904,196 poin atau pertumbuhan sebesar 21,15% sepanjang 2014. Pada 29 Desember 2014 kemarin, pasar saham Indonesia tercatat di level 5.178 poin atau meningkat 21,15% dibanding 2013.

Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar Indonesia disebut juga mengalami kenaikan sebesar US$ 68,75 miliar atau sekira 19,90% dari US$ 345,54 miliar pada tanggal 30 Desember 2013 menjadi US$ 414,29 miliar pada tanggal 24 Desember 2014.

Kemudian saham yang layak di koleksi di tahun baru ini adalah saham-saham konstruksi yang sebelumnya sudah mencatatkan pertumbuhan atau memberikan capital gain di atas 100% sepanjang 2014. Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menilai, saham-saham konstruksi mencatatkan kenaikan tertinggi sepanjang 2014 karena ada harapan terhadap pemerintah baru. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat membangun proyek infrastruktur sehingga mendukung saham konstruksi termasuk PT Waskita Karya Tbk (WSKT),”Saham konstruksi jadi primadona tahun ini terutama ada harapan kepada pemerintah. Saat ini juga banyak tender yang dikeluarkan sehingga memberi pendapatan lebih besar kepada perusahaan konstruksi BUMN," ujar Satrio.

Selain saham konstruksi, saham bergerak di sektor pelayaran juga mencatatkan kenaikan tertinggi. Satrio menuturkan, hal itu didukung program Jokowi yang mendukung program maritim. Salah satunya saham PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk yang beri capital gain 954 persen. "Saham-saham tertinggi tahun ini karena ada dorongan dari Jokowi Effect," kata Satrio.

Menurut analis PT BNI Securities, Thendra Crisnanda, harapan kebijakan pemerintahan baru Joko Widodo (Jokowi) terhadap sektor infrastruktur cenderung positif. Oleh karena itu, investor mengakumulasi saham konstruksi terutama BUMN,”Adanya prospek kinerja baik terhadap emiten konstruksi menambah harapan itu," tutur Thendra.

Hal sama dikatakan, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada. Menurut Reza, ada persepsi kinerja sektor saham konstruksi positif yang diuntungkan dari realisasi program-program konstruksi pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla. (bani)

Related posts