Sinergis Yang Baik Menjaga Kondisi Pasar - Prestasi Pasar Modal

NERACA

Jakarta–Kesuksesan pasar modal Indonesia yang mampu mencetak pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2014 sebesar 22,3% atau menjadi yang tertinggi di Asia melebihi Thailand, Malaysia dan Singapura, tidak bisa lepas dari sinergi antar pelaku pasar modal dan regulator.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad menilai, sepanjang tahun lalu, pertumbuhan indeks di Indonesia mencapai 22,3% atau tertinggi di Asia berkat dukungan dari pemerintah yang membuat industri pasar modal lebih optimistis.

Selain itu, lanjutnya, dukungan dari seluruh instansi terkait juga memberikan dampak positif bagi industri,”Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan semua instansi terkait mampu menjaga kondisi pasar. Kesiapan pasar modal juga menjadi langkah awal sebagai kesiapan industri menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean,” ungkapnya.

Muliaman juga menambahkan, dengan positifnya raihan perdagangan IHSG 2014, diharapkan memberikan sentimen positif bagi kinerja pasar modal Indonesia di 2015. Muliaman menjelaskan, pereknomian global dan domestik yang dinamis akan memberikan warna yang umum. Diharapkan bisa memberikan pencapaian prestasi yang lebih baik di 2015,”Kami meyakini dukungan yang positif dari banyak kalangan untuk bisa membangun optimisme di dalam memasuki kancah pembangunan dan pasar modal di tahun depan,"ujarnya.

Dia berharap, industri pasar modal dan keuangan bisa meraih kinerja yang positif di tahun ini, jika dibanding raihan kinerja di tahun 2014. "Kita ingin raihan kinerja positif perbankan, keuangan non bank, baik asuransi perusahaan pembiayaan. Dengan raihan 2014 yang baik, baik likuiditas, permodalan dan keadaan yang baik bisa meningkatkan daya saing yang bagus di tahun ini," tukas dia.

Untuk itu, lanjut Muliaman, berbagai macam kebijakan yang baik akan diberikan tahun 2015 ini agar dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri pasar modal dan keuangan. Asal tahu saja, selain pertumbuhan IHSG yang tertinggi di Asia, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia juga mengalami peningkatan 19,9% menjadi US$ 414,29 miliar per 24 Desember 2014, jika dibanding raihan sebesar US$345,54 miliar diakhir 2013.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida pernah bilang, raihan kapitalisasi pasar modal atau Indeks Harga Gabungan (IHSG) Indonesia masih mendapatkan rangking keenam dibanding bursa-bursa kawasan regional dan dunia lainnya.

Peringkat pertama diraih oleh bursa Kospi Korea Selatan yang meraih peningkatan 44,43% menjadi US$ 3.600,73 miliar, dari posisi di akhir 2013 sebesar US$ 2.493,06 miliar. Peringkat kedua diraih oleh bursa Shenzhen China yang meningkat 39,78% menjadi US$ 2.028,18 miliar, dari posisi di akhir 2013 sebesar US$1.450,98 miliar.

Peringkat ketiga diraih bursa PSEi Philipina yang meningkat 27,91% menjadi US$ 183,13 miliar, dari posisi di akhir 2013 sebesar US$ 143,18 miliar. Peringkat keempat diraih oleh bursa Sensex India yang meningkat 22,62% menjadi US$ 701,19 miliar, dari posisi di akhir 2013 sebesar US$ 571,84 miliar. Peringkat kelima diraih bursa SET Thailand yang meningkat 22,2% menjadi US$ 426,13%, dari posisi di akhir 2013 sebesar US$ 348,71 miliar.

Peringkat keenam diraih bursa IHSG Indonesia yang meningkat 19,9% menjadi US$ 414,29 miliar, dari posisi di akhir 2013 sebesar US$ 345,54 miliar. (bani)

Related posts