Pendalaman Pasar Masih Menjadi Tantangan - Membuka Akses Bagi Masyarakat

NERACA

Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini bahwa perkembangan pasar modal Indonesia di sepanjang 2014 menunjukkan pencapaian positif. Hal ini dikarenakan serangkaian inisiatif yang dilakukan oleh pihaknya,”Pertama dengan perubahan satuan perdagangan (lot size) dan perubahan fraksi harga untuk Perdagangan Efek bersifat Ekuitas, yang diberlakukan sejak 6 Januari 2014.Untuk melakukan pendalaman pasar,”kata Direktur Utama BEI Ito Warsito, Jakarta, kemarin.

Selain itu, dirinya berencana membuka akses masyarakat dalam menggunakan atau memanfaatkan layanan jasa keuangan (financial inclusion). Serta memperluas inklusifitas investasi di pasar modal, sehingga dapat diakses oleh sebagian besar masyarakat Indonesia,”Perubahan tersebut dilakukan agar dapat menurunkan volatilitas perdagangan saham. Sehingga, perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menjadi lebih stabil," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan IHSG secara year to date tercatat sebagai yang tertinggi keempat. Jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama di kawasan regional dan dunia. Peningkatan persentase level IHSG hanya di bawah Bursa Shanghai dengan kenaikan 49,72%, Bursa India naik 28,52%, dan Philipina ke 22,76%.

Saat ini hal yang menjadi tantangan klasik bagi industri pasar modal dalam negeri bagaimana memanfaatkan potensi pasar dalam negeri untuk meningkatkan peran investor lokal. Hal ini sangat beralasan, karena peran investor lokal saat ini masih rendah ketimbang investor asing yang mendominasi kepemilikan efek sebesar 60%. Padahal, saat ini pretasi indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu berada diposisi kedua untuk pertumbuhan indeks saham di dunia dan begitu juga kapitalisasi pasar saham yang tiap tahunnya terus tumbuh.

Agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi investor asing, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama lembaga SRO lainnya terus melakukan edukasi dan sosialisasi investor pasar modal guna meningkatkan jumlah investor lokal dengan membidik investor potensial dari kalangan mahasiswa,”Sampai saat ini jumlah investor dari kalangan akademisi atau para investor muda mencapai 7.000 orang dan ditargetkan jumlah tersebut meningkat sampai akhir tahun jadi 10.000 investor,”kata Direktur Pengembangan BEI, Frederica Widyasari Dewi.

Tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memacu jumlah investor lokal tidak hanya bicara soal angka, namun bagaimana membuat industri pasar modal lebih dekat kepada masyarakat sebagai instrument investasi yang menjanjikan. Bahkan untuk itu, OJK terus agresif melakukan pendalaman pasar modal dengan mengeluarkan berbagai kebijakan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida pernah bilang, pengembangan market deepening atau pendalaman pasar dimaksudkan agar masyarakat terjangkau akses pasar modal yang saat masih minim. Disamping itu, pendalaman pasar juga dilakukan agar sektor keuangan bisa lebih likuid dan bersaing di pasar regional maupun internasional,”Tentunya ini tidak bisa terlepas dari suplai yang cukup dari sisi produk dan demand yang cukup mendukung dengan kondisi investor yang banyak. Jika pasar modal bisa tumbuh baik, ini tidak terlepas dari sistem yang ada di infrastruktur," ujar dia. (bani)

Related posts