Obligasi PNM Oversubscribed

NERACA

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menutup 2014 dengan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan (PUB) I PNM Tahun 2014 sebesar Rp2 triliun pada November 2014 lalu. Pada awalnya, perusahaan pembiayaan usaha mikro dan kecil milik pemerintah ini ditawarkan sebesar Rp500 miliar yang sudah dibukukan di pertengahan Desember 2014 dengan jumlah penawaran di atas (oversubscribed) dari yang ditawarkan.

Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja, mengatakan penerbitan obligasi terakhir ini merupakan langkah strategis perseroan untuk memperkuat pendanaan dalam bisnis pembiayaan mikro. Apalagi, potensi dan prospek sektor UMK di Indonesia masih sangat menjanjikan.

Obligasi ini, lanjut Parman, melengkapi dua penerbitan obligasi sebelumnya dan beberapa produk pasar modal lainnya. Itu pun termasuk reksa dana BUMN untuk pembiayaan mikro, yang PNM manfaatkan untuk pembiayaan langsung kepada industri UMK.

Selain itu, PNM juga telah bekerjasama dengan 19 bank umum untuk pendanaan pembiayaan melalui Unit Layanan Mikro (ULaMM). “Besarnya respons pasar terhadap obligasi PNM ini mengindikasikan kuatnya kepercayaan investor dan daya tarik obligasi berbasis sektor UMK. Apalagi, sektor ini terbukti mampu bertahan, bahkan menjadi penyelamat ekonomi negara dari tekanan krisis,” terangnya di Jakarta, Rabu (31/12).

Hingga akhir 2014, PNM telah memiliki 716 Kantor Layanan, termasuk 588 Kantor Unit Layanan Modal Mikro yang lebih dikenal sebagai ULaMM PNM. Dengan rencana penambahan jaringan layanan pada 2015, PNM akan dapat menjangkau lebih dari 3.000 kecamatan di Indonesia.

Target pembiayaan langsung kepada UMK tahun ini sebesar Rp3,7 triliun, total pembiayaan (outstanding) yang telah disalurkan hingga November 2014 sebesar Rp3,668 triliun atau tumbuh sebesar 18% dibandingkan periode yang sama di 2013 sebesar Rp3,109 triliun.

Selain itu, PNM juga tetap menyalurkan pembiayaan kepada Koperasi dan Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S) lainnya sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, disamping pembiayaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui anak usaha PNM Ventura Capital dan PNM Ventura Syariah.

Tambah modal Rp1 triliun

Pembiayaan langsung melalui ULaMM PNM hingga November 2014 telah dapat dimanfaatkan oleh 80.050 pelaku UMKM atau meningkat 11,8% dibandingkan posisi November 2013 sebanyak 71.606 pelaku UMK.

“Apabila melihat perkembangan pembiayaan ULaMM saat ini kami optimis target Rp3,7 triliun untuk tahun ini akan terlampaui. Jadi akumulasi penyaluran ULaMM dapat mencapai Rp11,5 triliun” kata Parman.

Untuk penyaluran pembiayaan langsung kepada UMK melalui ULaMM saja, secara akumulasi, PNM diprognosakan dapat menyalurkan Rp11.5 triliun hingga Desember 2014. Oleh karena itu, guna memperluas aktifitas pemberdayaan PNM dan mengingat masih besarnya jumlah UMK yang belum terlayani oleh lembaga keuangan serta besarnya kebutuhan pendampingan usaha UMK agar dapat berkembang.

Kapasitas kegiatan usaha PNM perlu dikembangkan melalui penambahan penyertaan modal negara yang sudah diusulkan sebesar Rp1 triliun. Dengan penambahan modal sebesar Rp1 triliun, PNM akan meningkatkan pembiayaan kepada 1,02 juta UMK, yang akan menyerap 2,2 juta tenaga kerja dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan 8,9 juta orang.

Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan pembangunan 1.200 kantor layanan di 34 provinsi dan mengembangkan 500 klaster UMK. Tambahan modal ini dapat meningkatkan kemampuan PNM dalam memperoleh sumber-sumber dana komersial dan meningkatkan kapasitas PNM untuk melakukan pembiayaan melalui ULaMM serta pendampingan usaha melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). [mohar]

Related posts