BCA Geser Kapitalisasi Pasar Saham Astra

NERACA

Jakarta - Kapitalisasi pasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mampu menggeser posisi PT Astra International Tbk (ASII) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di penghujung tahun 2014. Saham PT Bank Central Asia Tbk berhasil mencatatkan kapitalisasi pasar saham terbesar di pasar modal Indonesia dengan nilai Rp 320 triliun. Angka itu 6,1% dari total kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp 5.228 triliun.

Kapitalisasi pasar saham BCA ini menggeser posisi ASII dan HMSP sejak 30 September 2014. Menurut analis, kenaikan kapitalisasi pasar saham BCA ini didukung dari sektor saham keuangan yang mampu bertahan di tengah kenaikan suku bunga acuan ketimbang sektor otomotif,”Kenaikan harga saham BCA sekitar 40% sedangkan saham Astra melempem. Sektor otomotif kacau. Apalagi tahun depan makin suram. Persaingan ketat ditambah upah buruh naik. Selain itu, dolar juga menguat untuk menaikkan harga jual susah," ujar Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, sektor otomotif pun tertekan karena daya beli turun. Apalagi membeli mobil bukan hal mendesak. Sementara itu, saham ASII mencetak kapitalisasi pasar sebesar Rp 301 triliun. Nilai kapitalisasi pasar saham itu diikuti oleh PT HM Sampoerna Tbk (HSMP).

Posisi keempat, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencetak kapitalisasi pasar saham senilai Rp 289 triliun. Kelima, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 285 triliun.

Kapitalisasi pasar saham PT Bank Mandiri Tbk (BRMI) mencatatkan posisi keenam dengan nilai Rp 249 triliun. Lalu disusul saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 246 triliun di posisi ketujuh.

Kedelapan, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencetak kapitalisasi pasar saham sebesar Rp 145 triliun. Kesembilan, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan kapitalisasi pasar senilai Rp 117 triliun. Terakhir, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menorehkan kapitalisasi pasar sebesar Rp 113 triliun.

Tercatat hingga akhir Agustus 2014 kemarin, PT HM Sampoerna Tbk menduduki posisi puncak kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai mencapai Rp309,65 triliun, hingga akhir Agustus 2014. Dengan nilai tersebut, perseroan sukses menggeser PT Astra International Tbk yang mencatatkan kapitalisasi pasar saham Rp 306,66 triliun. Padahal sebelumnya, pada Juli lalu Astra Internasional berada di posisi pertama dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp312,73 triliun.

Sebaliknya, kapitalisasi pasar saham Astra justru turun menjadi Rp306,66 triliun. Sementara PT Bank Central Asia Tbk mulai membututi Astra di posisi ketiga dengan nilai kapitalisasi pasar saham mencapai Rp273,37 triliun.

Sedangkan untuk posisi empat dan lima masih sama dengan Juli lalu, diisi oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan nilai kapitalisasi saham masing-masing Rp269,86 triliun dan Rp268,63 triliun. Adapun posisi enam sampai sepuluh, kini di tempati PT Bank Mandiri Tbk, sebesar Rp239,66 triliun, PT Unilever Indonesia Tbk Rp236,72 triliun, PT Perusahaan Gas Negara Tbk Rp140,60 triliun, PT Gudang Garam Tbk Rp103 triliun dan PT Bank Negara Indonesia Tbk senilai Rp98,77 triliun. (bani)

Related posts