Bulog Tekan Harga Beras dengan Perpanjang OP - Surabaya, Jawa Timur

NERACA

Surabaya -Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur berupaya menekan kenaikan harga beras di Jatim jelang akhir tahun 2014 dengan memperpanjang jadwal operasi pasar (OP) Bantuan Ongkos Angkut (BOA) khususnya beras hingga Januari 2015.

"Alasannya, awal tahun kami perkirakan harga beras di sejumlah daerah masih tinggi. Apalagi, masa tanam padi sempat mundur menjadi November 2014 karena hujan baru turun pada saat itu," kata Kepala Perum Divisi Regional Bulog Jatim, Witono, ditemui di kantornya, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (30/12).

Akibat mundurnya masa tanam, prediksi dia, masa panen terealisasi pada bulan Maret 2015. Oleh sebab itu, operasi pasar terutama beras harus terus dilaksanakan supaya masyarakat tetap bisa membeli komoditas tersebut dengan harga terjangkau.

"Sementara itu, pelaksanaan OP Bantuan Ongkos Angkut telah kami lakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga berbagai komoditas bahan pokok jelang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 dalam dua tahap," ujarnya.

Untuk momentum Natal 2014, jelas dia, OP Bantuan Ongkos Angkut terealisasi antara tanggal 18 Desember hingga 24 Desember 2014. Kemudian, untuk meredam kenaikan harga beragam bahan pokok pada akhir tahun 2014 pihaknya melaksanakan OP tersebut antara tanggal 29 Desember hingga 31 Desember 2014 di seluruh Jatim.

"Pada agenda itu, secara total kami menyiapkan 780 ton gula pasir, 780 ton beras, 780 ton tepung terigu, dan 780.000 liter minyak goreng," katanya.

Dari sejumlah komoditas tersebut, tambah dia, Bulog Jatim mencatat realisasi penjualan di OP BOA itu didominasi oleh komoditas minyak goreng yang menyumbang 29,83 persen dari ketersediaan 780.000 liter minyak goreng. Penyebabnya, harga minyak goreng di pasar perdagangan Jatim masih tinggi.

"Kontribusi berikutnya adalah beras dengan sumbangan 28,41 persen dari 780 ton beras. Lalu, 17,76 persen disumbang oleh gula pasir dari total ketersediaan 780 ton, dan 6,66 persen dikontribusi oleh tepung terigu," katanya.

Ia menyebutkan, pada pelaksanaan OP tersebut harga komoditas beras akan diberikan subsidi ongkos angkut oleh Pemprov Jatim sebesar Rp250 per kilogram sehingga harga jual menjadi Rp8.600 per kilogram. Sementara, untuk gula pasir disubsidi Rp750 per kilogram dengan harga jual Rp8.500 per kg.

"Tepung terigu mendapatkan subsidi Rp500 per kilogram sehingga harga jual menjadi Rp7.000 per kilogram dan minyak goreng mendapatkan alokasi subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram dengan harga jual Rp9.700 per kilogram," katanya.

Ia melanjutkan, OP BOA tersebut dilakukan secara serentak di 78 titik pasar yang tersebar di 38 kabupaten kota di seluruh Jatim. Masing-masing kabupaten kota akan dilaksanakan di dua titik pasar kecuali Surabaya dilaksanakan di empat titik pasar, yaitu di pasar Soponyono, Wonokromo, Pucang dan pasar Tambak Rejo. [ant]

BERITA TERKAIT

Kementan, Kemendag atau Bulog Yang Dievaluasi - Impor Beras

  NERACA   Jakarta – Persoalan impor beras mengemuka saat perseteruan antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Menteri Perdagangan.…

Faisal Basri: Kebijakan Kemendag Kebablasan - POLEMIK IMPOR BERAS

Jakarta-Ekonom senior UI Faisal Basri menilai Kementerian Perdagangan kebablasan dalam mengeluarkan kebijakan impor. Menurut dia, pola impor seperti itu merugikan…

Wings Peduli Kasih Bangun Perpustakaan di Sumba Timur - Tingkatkan Kualitas Pendidikan Masyarakat

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada dunia pendidikan dan kepedulian untuk mencerdaskang bangsa, Yayasan Wings Peduli Kasih (YWPK) yang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Taiwan Tawarkan Produk Kesehatan ke Pasar Indonesia

      NERACA   Jakarta - Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi di…

Teluk Bintuni akan Gunakan Skema KPBU

      NERACA   Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian memilih skema Kerja sama Pemerintah dan Badan…

Usaha Kuliner Lebih Mudah - Diplomat Success Challenge 2018

    NERACA   Jakarta - Peluang untuk menjadi wirausaha muda Indonesia dengan mendapatkan total modal usaha Rp 2 miliar…