Asuransi Diminta Layani Keluarga Korban AirAsia

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan meminta perusahaan asuransi yang menjamin penumpang pesawat AirAsia QZ 8501, Allianz Global Corporate & Specialty UK, dan juga PT Jasa Raharja (Persero) untuk dapat segera melayani pihak keluarga dari penumpang yang menjadi korban.

" OJK memerintahkan perusahaan asuransi dan Jasa Raharja segera melayani hak-hak klaim dan santunan para korban AirAsia kepada pihak pihak keluarga terutama Jasa Raharja," kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Dumoly Freddy Pardede di Jakarta, Selasa (30/12).

Selain itu, lanjut Dumoly, OJK juga meminta kedua perusahaan asuransi tersebut untuk dapat membentuk 'care claim' yang maksimum untuk meringankan beban para keluarga korban yang ditinggal.

Perusahaan asal Jerman Allianz Global Corporate & Specialty UK sebelumnya sudah mengkonfirmasi akan menjadi lead reinsurer untuk Air Asia, untuk pesawat dan asuransi pertanggungan 162 orang yang berada di dalamnya.

"Kami bersiap mendukung klien kami (AirAsia) sepenuhnya dan secepat yang dimungkinkan, bekerja dengan para broker asuransi dan para co-reinsurer kami," sebut Allianz dalam pernyataannya, Senin (29/12) lalu.

Saat ini, Badan SAR Nasional siap menerjunkan 21 penyelam untuk mencari pesawat AirAsia QZ 8501 yang kini mulai diketahui letaknya di sekitar perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Sebanyak 21 penyelam yang terdiri dari 11 personel TNI AL dan 10 dari tim penyelamat akan menyelam di sekitar daerah ditemukannya serpihan, benda atau bagian yang diduga berasal dari pesawat AirAsia QZ 8501.

Kepala Basarnas Bambang Soelistyo mengatakan penyelam diterjunkan mempertimbangkan kedalaman laut yang ada di kisaran 25-30 meter di bawah permukaan laut, sehingga masih aman untuk manusia menyelam.

Sebelumnya, tim gabungan mulai menemukan bagian yang diduga pesawat AirAsia QZ 8501 berikut jenazah yang berada di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan penuturan Bambang, pesawat C925 AU menemukan benda-benda, serpihan atau bagian warna putih yang diduga dari pesawat Air Asia QZ 8501 yang mengapung pada koordinat 3 derajat 46 50-LS 110 derajat 29 27-BT pada pukul 08.00 WIB. [ardi]

BERITA TERKAIT

BI Diminta Kaji Ulang Aturan LTV

      NERACA   Bali - Real Estat Indonesia Provinsi Bali meminta Bank Indonesia mengkaji ulang kebijakan pelonggaran rasio…

Tokio Marine Life Gandeng Bank Index - Perluas Penjualan Asuransi

NERACA Jakarta – Dalam rangka perluas penetrasi penjualan produk asuransi, Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI) menjalin kerja sama strategis dengan…

Jokowi: RI Bersyukur Ekonomi Tumbuh 5% - PEMDA DIMINTA MEMBUAT KEBIJAKAN SELARAS DENGAN PUSAT

Jakarta-Presiden Jokowi mengatakan, situasi ekonomi dunia sekarang ini masih betul-betul pada posisi yang sangat sulit. Meski demikian, menurut Presiden, Indonesia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BUMN Pastikan Kredit Inalum Bukan Bank BUMN - Ambil Alih Freeport

    NERACA   Jakarta - Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan tidak ada perbankan…

CIMB Niaga Gelar Customer Gathering

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan customer gathering bersama nasabah dan…

Kinerja untuk Atasi Depresiasi Rupiah Dinilai Tepat

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan kinerja yang dilakukan sejumlah lembaga dan kementerian…