Saham Sektor Maritim Paling Berpengaruh

NERACA

Jakarta - Kebijakan maritim Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memberikan sentimen positif bagi emiten yang bergerak di sektor kelautan. Sebanyak tiga dari 10 emiten terbaik tahun ini berasal dari sektor tersebut.

Berdasarkan data dari Bloomberg, sejak awal tahun hingga penutupan sesi pertama (year to date) PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (Temas Line/TMAS) mencatat kenaikan saham 954,76% ke Rp 2.215, tertinggi dibandingkan emiten-emiten lain.

Saham Temas mulai naik di bulan Agustus, sebulan setelah Jokowi-JK mengumumkan kebijakan maritimnya dalam debat calon presiden di bulan Juli. Kapitalisasi pasar Temas juga melesat dari Rp 348 miliar di kuartal dua menjadi Rp 2,5 triliun saat ini, menurut data Bloomberg.

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) mencatat pertumbuhan kedua terbesar setelah Temas Line dengan kenaikan year to date 398,28 persen ke Rp 14.450. Dharma Samudera Fishing Industries (DSFI) mencatat pertumbuhan kelima terbesar dengan kenaikan year to date 313,73 persen.

Reza Priyambada, analis Woori Korindo Securities mengatakan, kenaikan harga saham-saham maritim disebabkan oleh momentum terpilihnya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan program ekonomi maritimnya,”Munculnya program maritim tentunya berimbas pada saham-saham kelautan, secara sentimen. Tapi, untuk fundamentalnya dan seberapa pengaruhnya program maritim Jokowi-JK akan berpengaruh pada kinerja emiten-emiten kelautan..itu yang harus menunggu realisasinya (kebijakan maritim)," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Program unggulan sektor maritim Pemerintahan Jokowi-JK adalah Tol Laut. Dalam benak pemerintahan baru, nantinya kapal besar akan rutin mengangkut barang di seluruh perairan Indonesia. Ibarat tol di darat sebagai jalan bebas hambatan, kehadiran kapal dan pelabuhan berstandar internasional akan memperlancar jalur disribusi barang sehingga dapat menurunkan biaya logistik. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan Rp 700 triliun.

Soal harga, Reza mengatakan bahwa meski sudah mengalami kenaikan signifikan, saham- saham sektor maritim masih layak dikoleksi di 2015,”Sepanjang sentimen dari proyek tol laut masih ada maka saham-saham itu masih ada potensi untuk menguat. Namun perlu diperhatikan juga fundamentalnya," tutur Reza.

Mandiri Sekuritas juga mengambil sikap "bullish" terhadap sektor maritim di 2015. Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Jhon Rachmat mengatakan pertumbuhan energi di Indonesia akan mendorong permintaan di industri perkapalan,”Karena Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, setiap kenaikan konsumsi energi akan berdampak pada naiknya kebutuhan transportasi laut, sehingga dapat meningkatkan permintaan pada kapal-kapal," kata dia.

Mandiri menjagokan emiten baru di bursa untuk sektor ini, yaitu PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Mandiri juga penjamin emisi ketika Soechi melakukan penawaran perdana tahun ini. Saham Soechi telah naik 20 persen ke Rp 660 siang ini sejak mulai diperdagangkan 3 Desember lalu."Peningkatan pengangkutan produksi minyak nasional terutama dari Blok Cepu milik PT Pertamina (Persero) akan berdampak positif pada perseroan," katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Sektor Wisata Lesu, Malaysia Untung

Wisatawan yang sebelumnya banyak membeli paket wisata ke destinasi favorit di Jawa dan Bali mulai beralih dan memilih Malaysia. Penganten…

Gelar Go Public - Sinarmas MSIG Life Lepas 420 Juta Saham

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar modal yang masih kondusif, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk sebagai perusahaan yang bergerak…

Soal StanChart Lepas Bank Permata - Rudy Minta OJK Hentikan Penjualan Saham

NERACA Jakarta – Rencana Standart Chartered Bank bakal melepas saham PT Bank Permata Tbk menuai reaksi dari Rudy Ramli, pemilik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi Lahan - DMS Propertindo Bidik Dana IPO Rp 186,6 Miliar

NERACA Jakarta – Kondisi pasar properti yang diprediksi masih lesu tahun ini, tidak menyurutkan niatan PT DMS Propertindo Tbk (DMS)…

Pefindo Sematkan Peringkat AA Jasa Marga

Melesatnya pertumbuhan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) PT Jasa Marga(Persero) Tbk (JSMR) atau pendapatan sebelum bunga, pajak,…

Berlina Alokasikan Capex Rp 120 Miliar

Bangun proyek tiga besar untuk menambah kapasitas produksi, PT Berlina Tbk (BRNA) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 120 miliar. Tahun…