Tutup Tahun, Laju IHSG Berjaya di Asia

Rabu, 31/12/2014

NERACA

Jakarta – Menutup perdagangan saham akhir tahun 2014 di Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, indeks harga saham gabungan (IHSG) langsung melesat tajam 48,574 poin (0,94%) ke level 5.226,947. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,767 poin (0,65%) ke level 898,581. Aksi beli selektif di saham-saham unggulan berhasil menahan posisi IHSG tetap positif. Maraknya aksi beli jelang penutupan perdagangan langsung membuat IHSG melambung.

Kata Wapres Jusuf Kalla, menguatnya IHSG akhir tahun menjadi tanda ekonomi Indonesia sudah berjalan lebih baik daripada negara sekitar dan regional. Seluruh indeks sektoral pun akhirnya menguat berkat aksi beli tersebut. Investor asing masih terus melepas saham sampai.

Transaksi investor asing di pasar reguler tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 15,947 miliar. Sedangkan di seluruh pasar terpantau net buy (beli bersih) sebesar Rp 2,495 triliun akibat transaksi crossing saham. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 212.309 kali dengan volume 10,797 miliar lembar saham senilai Rp 9,089 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 131 turun, dan 72 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini naik cukup tinggi berkat aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) senilai Rp 2,5 triliun oleh broker CLSA Indonesia (KZ). Bursa-bursa regional yang pagi tadi kompak menguat kini berubah 180 derajat menjadi kompak melemah. Rendahnya harga minyak dunia memberi sentimen negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 390.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.325 ke Rp 60.700, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 1.000 ke Rp 5.000, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 835 ke Rp 4.240. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.350 ke Rp 16.000, Buana Finance (BBLD) turun Rp 625 ke Rp 1.875, Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 275 ke Rp 4.750, dan Bumi Teknologi (BTEK) turun Rp 240 ke Rp 1.260.

Perdagangan sesi pertama, IHSG naik tipis 7,610 poin (0,15%) ke level 5.185,983. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,366 poin (0,15%) ke level 894,180. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli investor. Perdagangan tidak terlalu ramai karena sudah banyak pelaku pasar meliburkan diri.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 109.410 kali dengan volume 5,184 miliar lembar saham senilai Rp 5,088 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 131 turun, dan 72 saham stagnan. Bursa-bursa regional yang pagi tadi kompak menguat kini berubah 180 derajat menjado kompak melemah. Rendahnya harga minyak dunia memberi sentimen negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 60.125, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 24.100, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 300 ke Rp 12.800, dan Metropolitan (MKPI) naik Rp 300 ke Rp 12.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Impack (IMPC) turun Rp 275 ke Rp 4.900, Bayan (BYAN) turun Rp 100 ke Rp 6.550, Graha Layar (BLTZ) turun Rp 100 ke Rp 2.900, dan Fortune (FORU) turun Rp 90 ke Rp 730.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,43 poin atau 0,01% menjadi 5.177,94 dan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) melemah 0,10 poin (0,01%) ke level 892,70,”Bursa Asia dibuka melemah termasuk IHSG BEI. Namun, potensi indeks BEI untuk berbalik arah melanjutkan penguatan cukup terbuka karena sentimen di dalam negeri cukup positif dan masih terlihat dominan," kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya.

Kondisi itu, lanjut dia, akan mendorong optimisme dan gairah di pasar saham domestik menjadi baik meski dibayangi sentimen negatif eksternal. IHSG BEI untuk jangka pendek ini masih dalam jalur tren penguatan,”Target level batas IHSG BEI berada pada 5.206 poin, diharapkan dapat dicapai agar bisa mengawali pergerakan positif selanjutnya di awal tahun 2015," katanya.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah memproyeksikan bahwa di penghujung tahun 2014 ini, IHSG masih berpeluang untuk bergerak menguat. Hal itu didukung oleh data historis dalam kurun waktu 2000-2014 yang menunjukan probabilitas kenaikan relatif lebih besar dibandingkan potensi koreksi,”Peluang kenaikan bagi IHSG cukup besar, apalagi stabilitas nilai tukar rupiah juga masih terjaga menyusul mulai berkurangnya kebutuhan dolar AS oleh perusahaan untuk memenuhi kewajibannya di akhir tahun," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 51,24 poin (0,22%) ke 23.721,94, indeks Nikkei turun 147,50 poin (0,83%) ke 17.582,50, dan Straits Times menguat 3,18 poin (0,07%) ke posisi 3.370,81. (bani)