Pertumbuhan IHSG Peringkat Kelima Dunia

Pencapaian di Tahun Politik

Rabu, 31/12/2014

NERACA

Jakarta – Menutup tahun 2014, industri pasar modal menghadapi kondisi yang sangat berat seiring dengan momentum tahun politik. Namun demikian, pasar modal dalam negeri masih menorehkan prestasi dengan pencapaian indeks harga saham gabungan (IHSG) yang cukup baik.

Bahkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menuturkan, pertumbuhan IHSG tercatat menempati posisi kelima dibanding bursa-bursa kawasan regional dan dunia lainnya,”Pertumbuhan indeks secara year to date (ytd) masih tercatat sebagai yang tertinggi hingga penutupan perdagangan di 29 Desember 2014, jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama di kawasan regional dan dunia," katanya di Jakarta, Selasa (30/12).

Lebih lanjut Nurhaida menerangkan, bahwa raihan indeks naik 904,196 poin atau 21,15% menjadi 5.178 poin hingga 29 september 2014 secara year to date, jika dibadingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 4.274 poin.

Peringkat pertama masih diraih oleh bursa Shanghai China yang naik 49,72% menjadi 3.168 poin, peringkat kedua diraih oleh bursa Shenzhen China yang naik 34,12%, peringkat ketiga diraih oleh bursa Sensex India yang naik 29,52% menjadi 27.420,37 poin.

Kemudian peringkat keempat diraih oleh bursa PSEi Philipina yang naik 22,76 persen menjadi 7.230,57, peringkat kelima diraih oleh IHSG Indonesia naik 21,15% menjadi 5.178,37 poin, peringkat keenam diraih oleh bursa SET Thailand yang naik 15,45% menjadi 1.499,41 poin, peringkat ketujuh bursa Nikkei 225 Jepang yang naik 8,83% menjadi 17.729,84 poin.

Peringkat kedelapan bursa STI Singapore yang naik 6,32% menjadi 3.367,69 poin, peringkat sembilan diraih oleh bursa Hsi Hongkong yang naik 2,00% menjadi 23.773,18 poin, peringkat sepuluh diraih oleh bursa AS30 Australia yang naik 1,75% menjadi 5.446,95 poin. Kemudian, peringkat sebelas diraih oleh bursa Kospi Korea Selatan yang turun -4,15% menjadi 1.927,86 poin dan peringkat dua belas diraih oleh bursa KLCI Malaysia yang turun -5,28% menjadi 1.768,41 poin.

Menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito, perkembangan pasar modal di sepanjang 2014 yang merupakan tahun politik menunjukkan pencapaian positif yang ditandai dengan meningkatnya IHSG sekitar 21,15%,”Pengaruh suhu politik akibat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Juli 2014 tidak menyurutkan optimisme investor untuk tetap bertransaksi di pasar modal Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pergerakan IHSG yang mengalami kenaikan 21,15% yaitu dari 4.274,177 poin pada akhir 2013 menjadi 5.178,373 poin pada 29 Desember 2014," ujar Ito Warsito.

Dia mengemukakan bahwa pada 8 September 2014, IHSG berhasil mencatatkan rekor indeks tertinggi sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 5.246,489 poin. Sedangkan nilai kapitalisasi pasar saham meningkat sebesar 22,76 persen dari Rp4.219 triliun pada akhir Desember 2013 menjadi Rp5.179 triliun pada 29 Desember 2014.

Kata Ito, pertumbuhan IHSG secara 'year to date' tersebut tercatat sebagai yang tertinggi keempat jika dibandingkan dengan bursa-bursa utama di kawasan regional dan dunia. (bani)