Bank of India Bakal Rights Issue US$ 32 Juta

Tren Perbankan Perkuat Modal

Rabu, 31/12/2014

NERACA

Jakarta- Perkuat modal, kini industri perbankan mulai berlomba-lomba mencari pendanaan baru, baik itu suntikan modal dari pemegang saham ataupun menerbitkan saham baru (rights issue). Menerbitkan saham baru guna memperkuat likuiditas dilakukan manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang bakal dapat modal tambahan melalui penawaran umum terbatas (PUT) atau right issue dari induk usaha sebesar US$ 32 juta.

Direktur Operasional BSWD, Ferry Koswara menuturkan, induk usaha sudah mengalirkan dana segar sebesar US$ 32 juta. Untuk penempatan dananya baru terealisasi pada minggu awal di 2015. Dengan adanya tambahan itu, perseroan akan menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2 atau bank dengan modal inti antara Rp1 triliun-Rp5 triliun di 2015,”Induk usaha support kami sebesar US$ 32 juta, melalui cara PUT atau right issue ini," kata Ferry di Jakarta, kemarin.

Bank of India Indonesia saat ini sedang dalam tahap finishing melakukan PUT II, tinggal memperoleh persertujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar melaksanakan right issue. Rencananya, perseroan melepas sebanyak 173,6 juta per lembar saham, dengan nilai nominal Rp200 per lembar sahamn sedangkan harga penawaran mencapai Rp2.800 untuk setiap saham baru hasil pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Adapun target dari PUT II ini sebesar Rp486,06 miliar. Satu HMETD diberikan kepada setiap lima pemegang saham perseroan. Sehingga pemilik lima saham yang lama berhak membeli satu saham baru. Ferry menuturkan, dana right issue akan perseroan gunakan dalam meningkatkan modal dan aset produktif dalam bentuk penyaluran kredit. Dana hasil PUT II sedang diproses dan berada dalam tahap finishing, sehingga perseroan akan masuk BUKU II di awal pekan 2015.

Setelah melakukan right issue, tambah dia, pemegang saham perseroan sama sekali tidak mengalami perubahan, karena PUT II yang dilakukan perseroan sepenuhnya diserap oleh shareholder,”Secara merata diserap. Kami juga akan jaga rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) di level 88-92% di tahun depan," ungkap dia

Sebelumnya, ada juga PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) yang akan melakukan penawaran umum terbatas VII sebesar Rp 600 miliar di tahun 2015 guna masuk kategori BUKU III di 2017. Wakil Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk Vinsensius Chandra menuturkan, perseroan tiap tahunnya terus menambah modal melaui mekanisme PUT yang mencapai Rp300-500 miliar. Namun, untuk tahun depan perseroan berecana melakukan PUT sebesar Rp600 miliar,”Tahun depan kita tambah Rp600 miliar melalui PUT, sisanya bisa laba ditahan, sedangkan obligasi subordinasi V masih belum tentu," ungkapnya.

Saat ini posisi aset atau modal Rp3,35 triliun, setelah perseroan mendapat persetujuan melakukan PUT VII sebesar Rp500 miliar dalam pergelaran RUPS yang dilakukan perseroan. Jika perseroan berasil menambah Rp600 miliar pada tahun depan, dan sisanya Rp1 triliun di 2016 atau 2017, maka target BUKU III akan dikejar perseroan pada 2017 mendatang,”Kita tetap optimis bisa masuk BUKU III pada 2017. Sudah bisa masuklah di tahun 2017. Dengan cara PUT, laba ditahan dan tidak bagi dividen kepada pemegang saham," ucapnya.

Perlu diketahui, sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank yang akan masuk kategori BUKU III harus memiliki modal inti sebesar Rp5 triliun-Rp30 triliun. (bani)