Pemerintah dan BI Harus Sejalan

Rabu, 31/12/2014

NERACA

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo membahas pertumbuhan ekonomi ke depan di Kantor Wakil Presiden. "Menyatukan langkah-langkah kita menuju pembangunan bangsa ke depan, di mana pemerintah dan BI harus sejalan menuju suatu objektif yang sama dengan tugas masing-masing," kata Jusuf Kalla, di Jakarta Senin (29/12).

Targetnya, lanjut dia, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan. Angkat tujuh persen menjadi capaian yang harus dicapai dalam dua tahun ke depan. Selain itu, pemerataan ekonomi juga menjadi catatan penting.

Jusuf Kalla menambahkan, pertumbuhan apa pun tanpa pemerataan yang baik tidak akan berarti. Tugas BI, kata dia, selain menjaga aliran uang negara, inflasi, dan stabilitas juga menjaga keseimbangan pertumbuhan dengan inflasi dan stabilitas ini secara bersama-sama. "Dan bagaimana pertumbuhan sistem keuangan perbankan ini akan mendukung seluruh pertumbuhan ini," tuturnya.

Selain itu, Agus Marto menambahkan pertemuan itu juga membahas berbagai kebijakan pemerintah yang dapat dikoordinasikan. "Kita juga melihat kebijakan-kebijakan untuk meyakinkan inflasi tetap senantiasa tetap terjaga baik di pusat maupun di seluruh daerah," ucap dia.

Tidak hanya itu, Agus Marto mengungkapkan, pembicaraannya dengan Wakil Presiden juga mengenai upaya menyehatkan neraca transaksi berjalan agar ekspor-impor menjadi lebih sehat dan berkesinambungan. Kondisi ekonomi global saat ini juga dibahas, seperti mengelola utang luar negeri secara lebih sehat.

"Kita juga membicarakan terkait infrastruktur-infrastrukur yang akan dikembangkan, prioritas-prioritas untuk bisa mencapai kondisi Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan, pertumbuhan ekonomi baik, memberikan lapangan kerja serta mengurangi kemiskinan. Presiden dan Wakil Presiden terus berkoordinasi dengan kami (BI)," tegasnya.

Guru Besar UI, Firmanzah menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 menjadi salah satu perhatian banyak kalangan. Pasalnya, realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2014 di bawah target APBN-P 2014 dan diperkirakan dalam kisaran 5,1%-5,2%. Selain itu, proyeksi tertekannya perekonomian nasional akibat rencana The Fed menaikkan suku bunga acuan pada akhir 2015 akan menekan realisasi pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah sepertinya akan mengompensasi pelemahan kontribusi konsumsi dan net export terhadap pembentukan PDB melalui peningkatan belanja pemerintah (government expenditure) dan investasi.

“Strategi transisi untuk mengimbangi penurunan daya beli dan konsumsi masyarakat melalui peningkatan belanja pemerintah diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 tetap di atas 5%,” jelas Firmanzah.

Dia melanjutkan, tantangan sepanjang 2015, antara lain meningkatkan kualitas penyerapan anggaran belanja pemerintah khususnya di bidang infrastruktur. Kemudian kebijakan untuk mengajak BUMN dan swasta (baik nasional maupun asing) untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan infrastruktur maupun investasi di sektor riil perlu terus ditingkatkan. [ardi]