Pantau Kinerja BUMN, Sistem Peringatan Dini "Diaktifkan"

NERACA

Jakarta -Pemerintah menggunakan sistem peringatan dini atau early warning system untuk memantau kinerja BUMN dari aspek pengelolaan keuangan, agar tidak ada lagi perusahaan yang merugi akibat salah kelola.

Direktur Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Tavianto Noegroho dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pekan lalu, menjelaskan sistem tersebut dimanfaatkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sebagai unit eselon satu Kementerian Keuangan yang mengelola investasi pemerintah pada BUMN.

Sistem peringatan kinerja BUMN ini merupakan suatu instrumen yang dapat memberikan informasi terkait kondisi kinerja BUMN berdasarkan 13 indikator rasio keuangan, serta berasal dari enam pengukuran kinerja utama.

Enam pengukuran kinerja yang dimaksud adalah likuiditas, pengelolaan aset atau modal, pemenuhan kewajiban, profitabilitas, arus kas serta tingkat kesehatan. Nantinya, sistem ini akan memberikan kondisi BUMN berdasarkan empat kriteria mulai dari sangat bagus hingga tidak bagus.

"Deteksi dini atas kinerja keuangan BUMN ini nantinya tidak hanya berlaku untuk tahun berjalan tapi juga untuk proyeksi selama tiga tahun mendatang," tambah Tavianto Noegroho.

Melalui sistem ini, apabila ditemukan suatu BUMN dengan kondisi yang rawan, maka Direktorat Jenderal Kekayaan Negara bisa memberikan peringatan kepada perseroan melalui Kementerian BUMN, agar dapat diambil langkah antisipasi untuk mencegah memburuknya situasi.

Salah satu alasan pembentukan sistem peringatan ini adalah agar permasalahan utang yang menimpa PT Merpati Nusantara Airlines tidak terulang kembali, akibat diantaranya masalah operasional, finansial serta tata kelola perusahaan yang tidak memadai.

Secara keseluruhan, keberadaan sistem peringatan diri diharapkan mampu menjadi salah satu alat bantu bagi pemerintah dalam membuat kebijakan terkait pengelolaan BUMN serta pelaporan investasi pemerintah. [ardi]

BERITA TERKAIT

Efektivitas Sistem Pendidikan Link & Match

Oleh : Untung Juanto ST. MM, Pemerhati Produktivitas SDM Debat calon Wakil Presiden pada tanggal 17 Maret 2019 antara KH…

Amburadul Sistem Transportasi Massal

Persoalan transportasi massal pada umumnya bermuara pada ketidaktepatan waktu jarak antara bus TransJakarta yang sering meleset lebih dari 10 menit.…

Kontroversi Utang BUMN

Oleh: Dr. Revrisond Baswir, Staf Pengajar FEB UGM BUMN adalah amanat Pasal 33 UUD 1945. Sebagai amanat Pasal 33 UUD…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

KUR Diharapkan Optimalkan Potensi Perikanan Rakyat

    NERACA   Demak - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan bisa mengoptimalkan potensi perikanan rakyat yang peluangnya masih…

Bank DKI Dukung Sistem Pembayaran MRT Jakarta

    NERACA   Jakarta - Terus mendorong penerapan transaksi non tunai di DKI Jakarta, Bank DKI mendukung sistem pembayaran…

Transaksi Dagang Indonesia – Thailand Naik Empat Kali Lipat - Pakai Mata Uang Lokal

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai perdagangan antara Republik Indonesia (RI) dan Thailand yang…