Kampoeng BNI Wisata Borobudur Didirikan

Dorong Pariwisata

Selasa, 30/12/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendirikan Kampoeng BNI Wisata Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, untuk memperkuat pengembangan pariwisata dengan memberdayakan masyarakat pelaku pariwisata di sekitar Candi Borobudur.

"Kampoeng BNI Wisata Borobudur ini merupakan Kampoeng BNI ke-28 yang telah kami kembangkan di seluruh Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan BNI, Tribuana Tunggadewi di Jakarta, pekan lalu.

Pembukaan Kampoeng BNI Wisata Borobudur itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) oleh Wakil Direktur Utama BNI, Felia Salim dengan Ketua I Koperasi Pariwisata Daerah Wonorojo, Nuryanto, di sela-sela acara Pembukaan Pesta Keuangan Rakyat yang digagas Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

MoU itu berkaitan dengan dukungan BNI di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan Kampoeng BNI Wisata Borobudur melalui penyaluran kredit kemitraan, "capacity building" dan dukungan infrastruktur.

Tribuana juga mengatakan, kerja sama itu sangat memungkinkan untuk dikembangkan lagi antara lain dengan penerbitan kartu kredit, pemberian kredit kemitraan dan kredit komersial seperti BNI Wira Usaha (BWU) untuk warga di sekitar Kampoeng BNI Wisata Borobudur.

BNI juga bersedia membantu dengan memberikan pelatihan. Bantuan BNI untuk Kampoeng BNI Wisata Borobudur sudah disalurkan mulai awal 2014, antara lain melalui kredit kemitraan. Bantuan yang disalurkan melalui Program Corporate Community Responsibility (CCR) untuk Kampoeng BNI Wisata Borobudur selama Januari-November 2014 mencapai hampir Rp3,16 miliar. Bantuan tersebut disalurkan untuk pelaku usaha mikro yang bergelut di bidang pariwisata di sekitar Candi Borobudur.

Kredit Kemitraan merupakan pinjaman lunak kepada pelaku usaha mikro perorangan yang belum "bankable" untuk pengembangan usaha dengan plafon maksimal Rp100 juta. Penyaluran kredit lunak diberikan untuk perajin, pemilik homestay (rumah singgah), hingga pedagang hasil bumi.

Penyaluran kredit kemitraan dari BNI disalurkan melalui Sentra Kredit Kecil (SKC) BNI Magelang. Persyaratan untuk mendapatkan kredit kemitraan dari BNI adalah usaha mikro yang belum bankable, namun memiliki peluang besar untuk berkembang (feasible), dan usahanya telah berjalan satu tahun. Untuk pinjaman mulai Rp50 juta hingga maksimal Rp100 juta, dengan jangka waktu tiga tahun untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan lima tahun untuk kredit investasi, bunga enam persen flat per tahun.

Selanjutnya mitra kredit kemitraan diharapkan dapat berkembang usahanya dan memperoleh kredit komersial produk BNI. Seperti BNI Kredit Usaha Rakyat (BNI-KUR) dengan plafon maksimal Rp500 juta, BNI Wira Usaha (BWU) plafon hingga Rp1 miliar dan BNI Usaha Berkembang di atas Rp1 miliar.

Kampoeng BNI merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit lunak dengan sistem klaster yang dilakukan di beberapa daerah. Tujuan pembentukan Kampoeng BNI untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di suatu kawasan pedesaan melalui pinjaman lunak program kemitraan maupun bantuan bina lingkungan untuk menunjang aktivitas ekonomi lokal di daerah tersebut. [ardi]