Saham Sektor Otomotif Masih Terpukul

Tangangan Astra Internasional

Selasa, 30/12/2014

NERACA

Jakarta – Memasuki tahun 2015 yang tinggal menghitung hari, banyak harapan bagi pelaku pasar bila kondisi tahun depan bisa lebih baik. Namun faktanya, tahun depan menjadi tahun terberat lantaran pertumbuhan ekonomi masih melambat. Alhasil, imbas Pertumbuhan yang melambat tersebut membuat valuasi dari beberapa saham-saham tidak memiliki peningkatan yang signifikan di 2015 mendatang.

Pengamat Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, selain valuasi saham yang menurun, beberapa sektor juga diperkirakan masih bakal terkena imbas perlambatan usaha pada tahun depan."Pertengahan tahun depan sektor yang cenderung tergerus dan melambat adalah industri automotif yang paling tidak sampai pertengahan tahun masih tertekan," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain sektor otomotif, menurut dia sektor telekomunikasi juga dinilainya masih belum terlalu mengalami pertumbuhan secara signifikan,”Telekomunikasi kalau dilihat dari segi pertumbuhan akan melambat ke depan, selain cukup banyaknya perkembangan teknologi. Kalau dilihat pasar sudah mulai jenuh lantaran sudah banyak yang memiliki handphone tapi tanpa menggunakan aplikasi tanpa terkena pulsa, sehingga mereka akan mulai mengurangi pemakaian mereka dari sisi telekomunikasi,”ungkapnya

Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksikan penjualan mobil pada 2015 akan relatif sama dengan 2014 atau tetap pada posisi 1,2 juta unit karena pertimbangan inflasi, nilai tukar, dan suku bunga Bank Indonesia,”Kami per kuartal melakukan review, saat ini kami melihat untuk tahun depan akan sama 1,2 juta, dengan catatan setelah masuk kuartal pertama, kami akan review kembali untuk melihat," kata Ketua Gaikindo Sudirman MR.

Sudirman mengatakan, pasar otomotif akan mengikuti pertumbuhan ekonomi secara nasional, jadi jika ada tekanan pada perekonomian nasional, maka pasar otomotif akan ikut tertekan. Maka hal inilah yang menjadi alasan bagi PT Astra International Tbk (ASII) untuk memperkuat bisnis otomotif sebagai pilar utama. Perseroan bertekad memanfaatkan peluang pertumbuhan penjualan mobil nasional.

Asal tahu saja, penjualan mobil Astra secara nasional turun 1% menjadi 476.000 unit. Hal ini menyebabkan penurunan pangsa pasar dari 53% menjadi 51%. Di sisi lain, penjualan sepeda motor mengalami peningkatan sebesar 9%. Namun selama kuartal III-2014, Astra berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 14,5 triliun atau naik 8% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 13,4 triliun.

Tahun depan, Astra menyiapkan investasi sebesar Rp 17-20 triliun atau tumbuh 10-20% dari realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) 2014 yang diperkirakan mencapai Rp 15-17 triliun. Sesuai rencana, sebagian besar dana capex akan digunakan untuk divisi otomotif, yakni pembangunan pabrik, pusat pengembangan teknologi, dan penambahan dealer penjualan. Dana juga akan dialokasikan untuk pembangunan proyek infrastruktur, antara lain proyek jalan tol dan power plant yang tengah dikerjakan Astra. (bani)