Garuda Tunda Rekrut Karyawan Baru

Selasa, 30/12/2014

Datangkan 15 pesawat baru di tahun 2015, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tidak akan merekrut karyawan baru. Hal ini sejalan dengan rencana perseroan yang ingin melakukan perbaikan baik segi keuangan hingga sumber daya manusia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, dengan melakukan langkah tersebut perseroan akan mengalami penurunan biaya overhead hingga sebesar 10 persen melalui pemotongan biaya yang tidak memberikan nilai tambah dan peningkatan produktivitas karyawan,”Garuda tidak akan melakukan penambahan karyawan sebelum kedatangan 15 pesawat pada tahun 2015 mendatang,”ujarnya di Jakarta, Senin (29/12).

Selain itu, pihaknya juga mengatakan bahwa dengan tidak melakukan penambahan karyawan maka perseroan diperkirakan akan berhasil menurunkan rasio pesawat dibanding karyawan."Saat ini rasio pesawat : karyawan 1:60 nantinya setelah tidak ada penambahan karyawan menjadi 1:50,”ungkapnya.

Sebagai informasi, ditahun 2015, Garuda Indonesia menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Handrito Hardjono pernah bilang, capex tersebut dialokasikan untuk mendatangkan 23 unit pesawat,”Perseroan akan membeli 18 unit pesawat untuk Garuda dan 5 unit pesawat untuk anak usahanya, PT Citilink Indonesia. Dimana pesawat baru nanti akan variatif dari yang besar hingga kelas ATR,”ungkapnya.

Sesuai rencana, menurut dia, capex tahun depan akan didanai dari kas internal dan eksternal. Selain itu, sisanya perseroan akan mencari pinjaman sekitar US$ 100 juta. Garuda sebenarnya membutuhkan investasi sebesar US$ 600-700 juta tiap tahun, sementara yang 'disetujui' oleh pemerintah selaku pemegang saham hanya sekitar US$ 50 juta. Investasi tersebut dibutuhkan untuk menambah jumlah armada dan pengembangan usaha agar bisa bersaing dengan kompetitor yang juga melakukan investasi besar-besaran. (bani)