Diprediksi Harga Emas di Tahun Depan Kian Meningkat

NERACA

Pergantian tahun menjadi moment yang ditunggu-tunggu para investor dipastikan tengah menantikan prediksi harga emas di tahun depan. Maklum, emas selama ini menjadi alternatif investasi jika keadaan ekonomi global memburuk. Setelah banyak analis pesimistis dengan kondisi harga emas, analis komoditas ini justru memperkirakan harga emas bisa menguat di paruh kedua tahun depan.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank, sedikit lebih optimis tentang pasar emas untuk tahun 2015 dibandingkan dengan analis lainnya. Hansen mengatakan harga emas bisa berada pada posisi US$ 1.250 per ounce di tahun depan. Tapi untuk mencapai itu, harga emas harus berjuang dalam jangka pendek karena bahkan bisa menembus posisi terendah di 2014 dalam beberapa bulan mendatang.

Sebab itu, Hansen mendesak investor untuk tidak mengesampingkan investasi emas sebagai safe haven. Permintaan emas bisa membantu pasar emas pada awal 2015 sebagai imbas krisis ekonomi di Rusia dan Eropa.

Hansen memperkirakan bahwa harga emas bisa jatuh ke posisi US$ 1.100 atau bahkan US$ 1.080 per ounce pada awal 2015 di tengah tekanan dolar AS. Permintaan untuk komoditas berdenominasi dolar seperti emas biasanya melemah pada penguatan greenback karena membuat logam lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, menurunkan daya tarik lindung nilai tersebut.

"Saya masih berpikir kita akan berakhir lebih tinggi berdasarkan [yang] akhir [2015]. Sebagian besar kelemahan akan terlihat pada semester pertama tahun ini, yang ada hubungannya dengan kelemahan dalam harga energi," jelas dia melansir laman Ibtimes, Minggu (28/12/2014).

Di sisi lain, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari berakhir di posisi US$ 22,10, atau 1,88 persen lebih tinggi menjadi US$ 1.196,30 per ounce pada 26 Desember. Namun, harga emas turun 0,04 persen secara mingguan.

BERITA TERKAIT

Jaga Stabilitas Harga, ROTI Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berencana melalukan pembelian kembali (buyback)…

Pemerintah Siapkan Intervensi Pasar Jika Harga Telur Bertahan - Niaga Domestik

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk menurunkan harga daging ayam ras dan telur secara bertahap dalam waktu…

Walikota Depok: STNK Nunggak Dua Tahun, Data Dihapus dan Dilarang Operasional

Walikota Depok: STNK Nunggak Dua Tahun, Data Dihapus dan Dilarang Operasional NERACA Depok - Walikota Depok Dr. KH M. Ideis…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…