Waskita Karya Incar Dana Segar Rp 5 Triliun

Tiga BUMN Siapkan Rights Issue

Senin, 29/12/2014

NERACA

Jakarta– PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membidik perolehan dana sebesar Rp 5 triliun dari hasil penawaran umum terbatas saham (rights issue) pada tahun depan. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi dan modal kerja 2015 yang dialokasikan sebesar Rp 11-12 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Choliq mengatakan, pemerintah menjanjikan akan menyuntik dana Rp 3 triliun sebagai komitmen untuk menyerap saham baru perseroan. Saat ini, negara menguasai 67,76 persen saham Waskita, sedangkan publik memiliki 32,24 persen saham.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengusulkan rencana rights issue tiga emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada komite privatisasi dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selain Waskita, dua emiten lain adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Pemerintah berkomitmen untuk menyiapkan dana senilai Rp 12 triliun untuk menyerap rights issue tersebut,”Berdasarkan kabar yang sampai ke saya, Antam mendapatkan alokasi paling tinggi yakni hampir Rp 7 triliun, Waskita dijanjikan Rp 3 triliun, dan sisanya (Rp 2 triliun) untuk Adhi,” jelas Choliq di Jakarta, kemarin.

Menurut Choliq, jika publik turut mengeksekusi haknya dalam rights issue perseroan, total dana aksi korporasi ini menjadi sekitar Rp 5 triliun. Hingga kini, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa besar porsi dan kisaran harga penawaran saham baru tersebut.

Dia menambahkan, right issue diperkirakan berlangsung pada kuartal II-2015. Pemerintah belum menetapkan penjamin emisi untuk aksi korporasi ini. Untuk sementara, ada tiga calon yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Tahun depan, kata dia, perseroan memperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 11-12 triliun untuk kebutahan ekspansi jalan tol, pabrik baru beton, bendungan, dan modal kerja. Dari alokasi itu, sebanyak Rp 2 triliun dipastikan akan menjadi belanja modal (capital expenditure/capex) 2015.“Selain dari rights issue, perseroan akan mengandalkan kas internal serta mencari pendanaan eksternal lainnya seperti pinjaman bank. Porsinya masih dibicarakan,” kata Choliq.

Saat ini, menurut dia, perseroan tengah bernegosiasi dengan Grup MNC terkait pengembangan ruas tol Ciawi-Sukabumi. Selain itu, perseroan berencana mengikuti tender ruas tol Soreang-Pasir Koja pada Januari 2015. Selanjutnya, perseroan juga mengincar ruas tol Manado-Bitung dan ruas Pandaan-Malang.“Kami tidak sendiri dalam tender ruas tol ini. Kami akan menggandeng PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Biasanya Jasa Marga akan punya kepemilikan mayoritas,” ujar dia.

Menurut Choliq, perseroan menargetkan total kontrak sebesar Rp 45 triliun pada 2015. Kontrak tersebut terdiri atas kontrak baru sebesar Rp 25 triliun dan kontrak bawaan (carry over) senilai Rp 20 triliun. Per Desember 2014, perseroan telah mengantongi kontak baru sebesar Rp 22,3 triliun.

Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A Putro pernah bilang, rencana right issue tiga BUMN itu sudah diajukan kepada Komite Privatisasi dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menurut Imam, dana untuk penyerapan right issue tersebut dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

Adapun langkah melakukan right issue itu dimaksudkan agar ketiga BUMN tersebut dapat mendukung program pemerintah dalam sektor infrastruktur dan pembangunan pabrik pemurnian konsentrat atau smelter. (bani)