Sawit Sumbermas Bidik Laba Rp 918 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) membidik pertumbuhan laba bersih tahun 2015 sebesar 25% menjadi Rp918,75 miliar, "Estimasi tahun depan net income akan tumbuh 20-25% termasuk kontribusi aset baru yang akan diakusisi," kata Presiden Direktur SSMS Rimbun Situmorang dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Rimbun, ada beberapa keunggulan perusahaan yang dimiliki untuk mengejar target pertumbuhan tersebut. Misalnya, eksistensi lahan yang berada pada lokasi sangat strategis. Total 78.070 hektare lahan unggul SSMS berada pada wilayah karakteristik tanah mineral pada median yang datar.

Usia produksi tanaman juga berimbang sehingga prospeknya masih cukup besar. Usia rata-rata sekitar 7,7 tahun, dengan rincian52% tanaman menghasilkan, 43,9% muda menghasilkan, dan 3,4% belum menghasilkan. SSMS juga telah mengantongi sertifikat minyak kelapa sawit RSPO dan ISPO, sehingga produknya dinilai lebih unggul ketimbang komoditas yang belum tersertifikasi.

Selain itu, perseroan memperkirakan hingga akhir tahun ini memperoleh laba sebesar Rp735 miliar. Angka ini lebih besar 16,4% ketimbang perolehan net income perusahaan di akhir tahun lalu. Tercatat hingga bulan September 2014 tahun ini, kinerja perseroan terbilang cukup gemilang,”Itu semua berkat kerja keras kami dan komitmen kami untuk terus tumbuh menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang kuat, dengan fundamental bisnis yang tangguh," kata Rimbun.

Dia mengungkapkan, perolehan tersebut termasuk kontribusi dari PT Tanjung Sawit Abadi (TSA) dan PT Sawit Multi Utama (SMU). Ke depannya, konsolidasi dua perusahaan itu akan memberi tambahan laba bersih cukup siginifikan kepada perseroan,”Hal ini karena kebun yang akan kita inject merupakan kebun yang masih relatif muda dengan umur 4-5 tahun, jadi produksinya masih akan meningkat,”ujarnya.

Kemudian untuk belanja modal, perseroan mengalokasikan dana sebesar US$ 30 juta atau setara Rp375 miliar (kurs Rp12.500/USD). Kata Rimbun, nantinya belanja modal tersebut akan digunakan untuk penanaman baru di 5.000 hektare (ha) setiap tahun, dengan perkiraan total biaya tanam selama tiga tahun US$ 6.000/ha,”Tentunya di tahun pertama kita hanya mengeluarkan sekitar 50% dari total biaya tanam, sehingga kita hanya mengeluarkan US$ 30 juta," kata Rimbun.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk pengembangan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mill, perseroan masih memiliki kapasitas, sehingga di tahun depan tidak ada rencana capex untuk pembangunan pabrik baru,”Kami yakin laba perusahaan masih akan meningkat tahun depan karena age profile yang masih muda," paparnya.

Hingga kuartal III–2014, SSMS membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,5 triliun atau tumbuh 25% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,2 triliun. Laba bersihnya tercatat sebesar Rp 477,6 miliar, meningkat 39,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 senilai Rp 341,4 miliar. SSMS saat ini mengoperasikan 4 pabrik produksi minyak kelapa sawit (CPO) di Sulung, Natai Raya, Suayap dan Selangkun. Kapasitas produksi total 1,53 juta metrik ton tandan buah segar (FFB) per tahun. (bani)

Related posts