Gapuraprima Bangun 20 Hotel Rp 2,4 Triliun

Perusahaan properti, PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) mengalokasikan dana sebesar Rp2,4 triliun untuk membangun 20 hotel selama beberapa tahun ke depan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur PT Perdana Gapuraprima Tbk, Arief Aryanto mengatakan, sebanyak 20 hotel tersebut akan memiliki 2.000 unit total kamar. Hal ini merupakan diversifikasi usaha dari lini bisnis pembangunan apartemen menjadi pembangunan hotel,”Untuk membesarkan segmen operasi hotel diperkirakan membutuhkan dana investasi pembangunan 20 hotel sebesar Rp2,4 triliun dalam beberapa tahun ke depan," kata Arief.

Diversifikasi usaha tersebut, kata Arief, sebagai upaya perseroan untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income). Sebagai informasi, kontribusi dari usaha perhotelan saat ini baru sebesar 10-15%. Hal ini sekaligus mendorong peningkatan kontribusi dari lini bisnis hospitality hingga mencapai 20%-30% terhadap total pendapatan.

Menurut dia, dalam jangka lima tahun tahun ke depan, perseroan akan mengembangkan bisnis perhotelan dan leisure industry yang nantinya akan menjadi backbone dari incurring income persahaan,”Saat ini, recurring income berkisar Rp37 miliar atau 15% dari pendapatan perusahaan," pungkasnya.

Sebagai informasi, perseroan optimis harga sahamnya yang tercatat di pasar modal bakal melonjak pada 2015. Kata Arief, harga saham akan berada di kisaran Rp350 per lembar saham pada 2015,”Harga saham kita pada saat ini Rp300 lebih perlembar saham 2014 naik dari di bawah Rp200 per lembar saham, tahun depannya akan naik lagi," ujarnya.

Dirinya menyakini, tahun depan saham sektor properti masih akan bergairah dan hal itu terlihat secara industri masih ada kebutuhan rumah hingga 15 juta unit. Apalagi, adanya kenaikan kelas menengah yang akan memburu properti bakal memamcu harga properti ikut naik,”Pengeluaran masyarakat kisaran US$2 hingga US$20 per hari. Investasi akan naik 15%, ekonomi tumbuh 5,8% dan kredit 18%. Itu semua akan jadi katalis properti,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Raup Dana Segar Rp 11,23 Triliun - Lippo Karawaci Bakal Bangun Mall Terbesar

NERACA Jakarta – Sukses menggelar aksi korporasi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan dana yang masuk…

Telkomsel Akselerasi Bangun Masyarakat Digital

NERACA Jakarta – Telkomsel sebagai operator seluler milik pemerintah dalam pengembangan bisnisnya tidak hanya sekedar mencari untung semata, tetapi juga…

Pasar Kedirgantaraan Global Capai US$8,7 Triliun

NERACA Jakarta – Produsen pesawat terbang dari Amerika Serikat, Boeing memproyeksikan pasar kedirgantaraan dan pertahanan global dapat mencapai sebesar 8,7…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi Lahan - DMS Propertindo Bidik Dana IPO Rp 186,6 Miliar

NERACA Jakarta – Kondisi pasar properti yang diprediksi masih lesu tahun ini, tidak menyurutkan niatan PT DMS Propertindo Tbk (DMS)…

Pefindo Sematkan Peringkat AA Jasa Marga

Melesatnya pertumbuhan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) PT Jasa Marga(Persero) Tbk (JSMR) atau pendapatan sebelum bunga, pajak,…

Berlina Alokasikan Capex Rp 120 Miliar

Bangun proyek tiga besar untuk menambah kapasitas produksi, PT Berlina Tbk (BRNA) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 120 miliar. Tahun…