Blue Bird Raih Dana Segar Rp 750 Miliar

Tambah Armada Taksi Baru

Senin, 29/12/2014

NERACA

Jakarta – Usaha untuk menambah pool taksi dan armada baru akan terus dilakukan PT Blue Bird Tbk (BIRD) untuk meningkatkan kinerja keuangan di tahun 2015. Belum lama ini, perusahaan jasa transportasi taksi ini mendapatkan pinjaman dari perbankan sebesar Rp 750 miliar untuk pengembangan bisnis perseroan dan anak usahanya.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Corporate Secretary PT Blue Bird Tbk, Jusuf Salman mengatakan, dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan baru untuk penambahan dan peremajaan armada transportasi taksi dan rental,”Dana pinjaman juga akan digunakan untuk pembelian tanah, pembangunan gedung kantor serta pool," ungkap dia.

Jusuf menegaskan, transaksi ini merupakan transaksi material yang dikecualikan sesuai dengan Peraturan Bapepam No.IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Sebelumnya, perseroan meraup dana dari penawaran umum saham perdananya (IPO) mencapai Rp 2,447 triliun. Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan dialokasikan untuk memacu pertumbuhan portofolio perseroan.

Dana yang diperoleh dari IPO tersebut, sebanyak 53,04% akan digunakan untuk melunasi pinjaman. Sedangkan 46,96% akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan dan entitas anak. Tahun 2015, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 25% dari target pendapatan 2014.

Untuk pendapatan tahun ini, Direktur Keuangan PT Blue Bird, Robert Rerimassie pernah bilang, perseroan menargetkan tumbuh sebesar 25%-30% dibanding realisasi pendapatan pada tahun sebelumnya sebesar Rp3,9 triliun. Artinya, pendapatan perseroan sepanjang tahun ini akan mencapai Rp4,87 triliun hingga Rp5,07 triliun,”Pendapatan tahun ini ditargetkan bisa tumbuh sekitar 25-30% dibanding pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp3,9 triliun,”ujarnya.

Pada tahun 2013 perseroan membukukan pendapatan Rp3,9 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp266,76 miliar. Sementara pendapatan hingga April 2014 ini sebesar Rp1,47 triliun, dengan laba Rp271,49 miliar. Saat ini perseroan memiliki total utang per April mencapai sebesar Rp 3 triliun ke beberapa bank. Kemudian utang yang jatuh tempo bulan November tahun ini sekitar Rp 1,22 triliun.

Kata Robert Rerimassie, perseroan memiliki utang jatuh tempo sekitar Rp 400 miliar kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan perseroan juga ada pinjaman kredit investasi yang akan jatuh tempo pada November 2014, yakni senilai Rp 817,39 miliar,”Saat ini total utang kami itu mencapai Rp 3 triliun kepada beberapa bank. Sedangkan, yang akan jatuh tempo pada bulan November nanti itu sekitar Rp 1,22 triliun. Kami berniat untuk IPO yang sebagian dananya nanti akan dialokasikan untuk pembayaran sebagian utang Blue Bird,”ungkapnya. (bani)