Usai Libur Natal, IHSG Kembali Menguat

NERACA

Jakarta – Pasca libur panjang hari raya Natal, laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan masih akan bergerak menguat seiring dengan keyakinan pelaku pasar akan sentiment positif penutupan pasar pada akhir tahun.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, IHSG dalam jangka pendek diproyeksikan masih berpotensi untuk melanjutkan proses kenaikannya menembus level batas atas ke 5.179 point, “Diharapkan sentiment global masih menopang pasar saham domestik,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa penguatan indeks BEI yang masih terbatas itu dapat digunakan oleh pelaku pasar saham untuk tetap mengakumulasi beberapa saham secara selektif,”Investor masih bisa melakukan akumulasi saham untuk antisipasi 'January effect' pada awal tahun mendatang," katanya.

Asal tahu saja, menutup perdagangan, Rabu (24/12), IHSG melaju 27,915 poin (0,54%) ke level 5.166,983. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 4,459 poin (0,50%) ke level 890,861. Menurut William, laju IHSG BEI cenderung mengikuti pergerakan bursa saham global di tengah kondisi pasar modal Indonesia yang masih berada dalam area konsolidasi,”Fase konsolidasi membuat IHSG BEI hanya menguat dalam jangka pendek,”jelasnya.

Pada perdagangan Rabu kemarin jelang libur Natal, investor domestik mendominasi perdagangan dengan aksi beli saham. Transaksi investor asing hingga sore hari tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 2,794 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler penjualannya hanya Rp 260 miliar.

Volume dan nilai transaksi melonjak tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Transaksi senilai Rp 4,8 triliun ini difasilitasi broker CLSA Indonesia (KZ) di pasar negosiasi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 187.398 kali dengan volume 8,469 miliar lembar saham senilai Rp 9,194 triliun. Sebanyak 160 saham naik, 133 turun, dan 90 saham stagnan. Bursa-bursa regional mengakhiri perdagangan jelang Natal dengan rata-rata menguat. Hanya pasar saham Tiongkok yang masih anjlok di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 900 ke Rp 7.000, Bank Nusantara (BBNP) naik Rp 460 ke Rp 2.310, Danayasa (SCBD) naik Rp 200 ke Rp 2.000, dan Batavia (BPII) naik Rp 200 ke Rp 1.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 500 ke Rp 4.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 225 ke Rp 67.875, AKR Corporindo (AKRA) turun Rp 125 ke Rp 4.080, dan Adira Finance (ADMF) turun Rp 100 ke Rp 7.150.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 28,259 poin (0,55%) ke level 5.167,327. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,572 poin (0,52%) ke level 890,974. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak menguat. Penguatan tertinggi diraih sektor perdagangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 113.840 kali dengan volume 4,342 miliar lembar saham senilai Rp 4,508 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 95 turun, dan 93 saham stagnan. Ekonomi AS yang tumbuh cukup tinggi memberi sentimen positif bagi pelaku pasar Asia. Rata-rata bursa regional hingga siang bergerak di zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 900 ke Rp 7.000, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 800 ke Rp 4.015, Batavia (BPII) naik Rp 300 ke Rp 1.900, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 225 ke Rp 23.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 500 ke Rp 4.000, Adira Finance (ADMF) turun Rp 150 ke Rp 7.100, Mayora (MYOR) turun Rp 125 ke Rp 20.450, dan AKR Corporindo (AKRA) turun Rp 65 ke Rp 4.140.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 2,31 poin atau 0,04% ke posisi 5.141,37. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 0,58 poin atau 0,07% ke posisi 886,98,”IHSG BEI bergerak menguat seiring stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendapat respon yang baik oleh pelaku pasar di bursa saham," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia menamabahkan, peluang IHSG untuk menguat masih terbuka, fundamental ekonomi Indonesia masih sehat tercermin dari ruang fiskal Indonesia saat ini cukup longgar sehingga siap digunakan untuk mempercepat program-program infrastruktur seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan waduk.

Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto menambahkan bahwa kondisi bursa saham global yang mayoritas positif akan berdampak pada laju indeks BEI menjelang akhir tahun,”Biasanya, menjelang akhir tahun minim sentimen sehingga pergerakannya cenderung mengikuti bursa global," katanya.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa masih adanya efek "window dressing" menjelang akhir tahun menambah penopang bagi IHSG BEI untuk tetap berada dalam area positif. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 38,58 poin (0,17%) ke 23.372,27, indeks Nikkei naik 203,26 poin (1,15%) ke 17.838,40, dan Straits Times menguat 10,76 poin (0,34%) ke posisi 3.343,76. (bani)

Related posts