Sekawan Bangun Pembangkit Listrik Ethanol - Alokasikan Capex Rp 2,7 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan pertambangan PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) tengah matangkan rencana pembangunan pembangkit listrik berbahan ethanol pasca akuisisi perusahaan investasi asal Inggris RITS Ventures Ltd, pemilik PT Wana Bara Prima Coal yang merupakan induk usaha Indowana. Oleh karena itu, guna memuluskan ekspansi bisnisnya kedepan dan termasuk pembangunan pembangkit listrik ethanol, perseroan menganggarkan belanja modal tahun 2015 sebesar Rp 2,7 triliun.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, disebutkan, dana belanja modal akan dialokasikan untuk membangun pembangkit listrik berbahan ethanol tahap I dengan kapasitas 120.000 metric tonnes (MT) per tahun di Melak, Kutai Timur, Kalimantan dari rencana pembangunan total 1,35 juta MT per tahun.

Kemudian sisanya untuk menunjang produksi batu bara dari entitas anak usaha, PT Indo Wana Coal Mining Coal (Indowana). Menilik harga saham SIAP saat ini di kisaran 435 hingga 456, tingkat rasio price to earning (P/E) perusahaan adalah 5,9 kali hingga 6,24 kali berbanding P/E pasar sebesar 10,83 kali. Manajemen memproyeksikan dalam waktu enam bulan ke depan, bisnis ethanol dan penjualan batu bara pascakuisisi akan mendorong kinerja harga saham hingga ke level 650.

Presiden Komisaris Sekawan Intipratama, Rennier Abdul Rahman Latief pernah bilang, perseroan telah memiliki beberapa opsi untuk pembiayaan pembangunan pabrik, salah satunya adalah pinjaman bank. Menurut Rennier, beberapa waktu lalu sejumlah bank telah menawarkan kesediaannya untuk membiayai proyek tersebut.

Saat ini, proses pembangunan pabrik ethanol tengah menjalani tahap engineering study. Perseroan sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar 4,2 juta euro untuk keperluan engineering study. Selain itu, perseroan juga telah membebaskan lahan seluas 65 hektare (ha) di Melak. Rennier beranggapan, luas wilayah tersebut nantinya cukup untuk beberapa mesin dalam memproduksi 120.000 ton ethanol per tahun.

Sementara itu, Direktur Utama Sekawan Intipratama M Suluhuddin Noor mengatakan, selain bakal memulai pembangunan pabrik ethanol, pihaknya juga akan fokus memulai produksi batu bara anak usahanya, yaitu PT Indo Wana Bara Mining Coal.Rencananya, perseroan akan mulai memproduksi batu bara pada tahun depan. “Begitu kami sudah kirim batu bara, kami sudah mulai dengan ethanol,” ungkapnya.

Berjalannya pabrik ethanol tidak akan terlepas dari produksi batu bara perseroan. Oleh sebab itu, perseroan akan secepatnya memproduksi batu bara. Sebelumnya perusahaan telah menyelesaikan akuisisi perusahaan investasi asal Inggris RITS Ventures Ltd, pemilik PT Wana Bara Prima Coal yang merupakan induk usaha Indowana. Perusahaan mengeluarkan Rp 4,67 triliun untuk mengakuisisi perusahaan yang memiliki cadangan batu bara hingga 288,1 juta MT tersebut.

Disebutkan, akusisi perusahaan yang dimiliki Ridgetop Holding Ventures tersebut akan berdampak positif bagi kinerja operasional maupun keuangan perusaahaan. (bani)

BERITA TERKAIT

DHL Express Indonesia Bangun Fasilitas Baru di Pulogadung

NERACA Jakarta – DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, hari ini secara resmi meluncurkan fasilitas baru di…

Pemerintah Tetapkan Hasil Penjualan SBR004 Rp7,3 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 sebesar Rp7,3 triliun dengan…

PT Lintas Marga Sedaya Raih Pembiayaan Rp8,8 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Lintas Marga Sedaya (LMS), menerima pembiayaan sindikasi sejumlah Rp8,8 triliun. Pembiayaan sindikasi ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…