Huawei Bakal Miliki Saham Bakrie Telecom

Huawei Tech Investment Co Ltd berpeluang mengantongi 9% saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Sedangkan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) masing-masing bisa memiliki 5% saham pada operator telekomunikasi berbasis code division multiple access (CDMA) dengan merek dagang Esia tersebut.

Huawei, Solusi Tunas, dan Protelindo bisa memperoleh saham tersebut menyusul diterimanya proposal perdamaian dalam rangka pelunasan utang Bakrie Telecom melalui skema obligasi wajib konversi (mandatory convertible bond-A/MCB-A).

Saat ini, Bakrie Telecom memiliki utang sebesar US$ 145 juta kepada Huawei. Sedangkan utang kepada Solusi Tunas dan Protelindo masing-masing sebesar Rp 1 triliun. Protelindo adalah anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Sebelumnya, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan proposal perdamaian (homologasi) yang diajukan Bakrie Telecom dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 8 Desember 2012.

Sementara itu, sebanyak 94,5% kreditor Bakrie Telecom menyetujui skema pembayaran utang yang diajukan perseroan. Perseroan bakal melunasi utang dalam waktu 18 bulan setelah pengesahan homologasi.

Presiden Direktur Bakrie Telecom Jastori Abi mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi PKPU, total tagihan utang perseroan sekitar Rp 11,31 triliun. Dalam proposal perdamaian, sekitar 70%dari total utang itu akan dibayar dengan MCB-A yang dapat dikonversi menjadi saham pada harga Rp 200 per saham,”Nilai konversi itu setara dengan 53% saham pada Bakrie Telecom. Salah satu kreditor terbesar adalah Huawei yang memiliki piutang senilai US$ 145 juta. Huawei akan memiliki 9% saham perseroan,” kata Jastiro di sela paparan publik di Jakarta, kemarin.

Menurut Jastiro, kreditor besar lainnya adalah Solusi Tunas dan Protelindo. “Dalam waktu dekat, kami akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta izin konversi utang dengan MCB,” jelas dia. RUPSLB kemungkinan dijadwalkan pada awal 2015. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

Rukun Raharja Lepas 33% Saham di PRA

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melepas kepemilikan sahamnya di PT Panji Raya Alamindo (PRA) sebanyak 33% kepada Tokyo Gas Co.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…