Gandeng Jepang, Indofood Garap Bisnis Popok - Bikin Perusahaan Patungan

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terus menggurita, setelah sukses menggandeng perusahaan asal Jepang di bisnis minuman, kali ini perseroan kembali mengulang kerjasama dengan resmi mendirikan dua anak usaha hasil kerjasama usaha (joint venture/ JV) dengan perusahaan asal Jepang, Oji Holding Corporation pada 22 Desember 2014.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (23/12) disebutkan, kedua perseroan mendirikan perusahaan di sektor pemasaran dan distribusi produk paper diapers (popok) serta produsen paper diapers. Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gideon A. Putro mengungkapkan, pendirian dua perusahaan JV tersebut berdasarkan perjanjian yang telah diteken perseroan bersama Oji pada April tahun ini. Perusahaan JV yang didirikan adalah PT Indo Oji Sukses Pratama yang bidang usahanya pada sektor pemasaran dan distribusi,”Perusahaan ini didirikan dengna modal disetor sebesar Rp 8,7 miliar,”ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam perusahaan patungan tersebut, Indofood CBP memiliki 67% saham Indo Oji Sukses dan sedangkan sisanya dimiliki oleh Oji Holding Corporation. Perusahaan kedua yang didirikan adalah PT Oji Indo Makmur Perkasa, perusahaan yang bergerak di bidang produksi paper diapers. Perusahaan teresbut didirikan dengan modal disetor sebesar Rp 85 miliar. 51 persen saham Oji Indo Makmur resmi dikuasi oleh Oji sedangkan sisanya sebesar 49 persen dimiliki oleh perseroan.

Sebelumnya, dalam perjanjian perseroan dengan OJI dijelaskan bahwa porsi kepemilikan saham perseroan dan Oji masing-masing sebesar 49 persen dan 51 persen pada perusahaan patungan yang menangani produksi produk paper diapers. Sedangkan pada perusahaan patungan yang akan menangangi pemasaran dan distribusi produk, porsi kepemilikan saham perseroan dan Oji masing-masing sebesar 51 persen dan 49 persen.

Kerjasama usaha tersebut memungkinkan perseroan utuk memperluas kategori usahanya sehingga dapat meningkatkan kehadirannya di pasar dan mempercepat pertumbuhan perseroan. “Pengetahuan yang luas terhadap pasar Indonesia dan kemampuan yang dimiliki Oji dalam memproduksi dan mengembangkan produk, bakal menempatkan perseroan pada posisi yang baik untuk menangkap peluang pasar produk paper diapers Indonesia,” ungkap Sekretaris Perusahaan perseroan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, perseroan memperkuat pasar minuman susu dengan aksi korporasinya berupa akuisisi 100% saham PT Danone Dairy Indonesia perusahaan yang bergerak di bidang susu cair senilai Rp 250 miliar. Perusahaan milik Grup Salim melakukan aksi korporasi dengan skema akuisisi dilakukan oleh anak usaha Indofood CBP, yakni PT Indolakto.

Adapun saham yang diambil alih merupakan milik Danone Dairy Investments Indonesia Pte Ltd dan Danone Asia Pte Ltd. Disebutkan, perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement/CSPA) sehubungan dengan transaksi telah diteken pada 21 November 2014.

Maka dengan akuisisi saham Danone, Indofood CBP juga akan mengendalikan merek dagang dan desain industri yang berhubungan dengan produk Milkuat. Pembelian produk ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi susu cair perseroan.“Hal ini dilakukan guna memenuhi permintaan produk susu cair di kawasan barat Indonesia, serta memperkuat posisi perseroan dalam industri dairy di dalam negeri,”kata Direktur ICBP, Werianty Setiawan. (bani)

BERITA TERKAIT

Garap Proyek LRT - ADHI Terima Pembayaran III Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta –Perusahaan kontruksi plat merah, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerima realisasi pembayaran tahap III pengerjaan proyek Light Rail…

Danai Ekspansi Bisnis - PTPP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tren perusahaan mencari pendanaan di pasar modal cukup marak pasca pemilihan presiden (Pilpres). Dimana salah satu perusahaan…

Bikin Macet, Desain Rest Area akan Dievaluasi

    NERACA   Jakarta - Berdasarkan evaluasi arus mudik dan balik Lebaran Tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…