KSEI Perkirakan Jumlah Investor Tumbuh 30%

NERACA

Jakarta –Tahun depan, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkirakan pertumbuhan jumlah investor sekitar 20%-30% menjadi 432 ribu-468 ribu,”Kita targetkan pertumbuhan masimal 30%. Dengan network jumlah investor meningkat tajam dari 320 ribu jumlah investor pada 2013 lalu, naik 13% di 2014 menjadi 360 ribu,”kata Direktur KSEI, Margaret Tang di Jakarta, Selasa (23/12).

Dia menjelaskan, pertumbuhan jumlah investor tersebut akan lebih tinggi dari pertumbuhan tahun ini, yang sebesar 13%. Disebutkan, optimismenya tersebut karena KSEI sudah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Kata Margaret, berdasarkan data dari Dukcapil, saat ini 38% dari total investor pasar modal ada in wanita, 5% investor muda di bawah usia 25 tahun. Maka kedepan untuk meningkatkan jumlah investor, pihak KSEI akan terus melakukan sosialisasi ke kalangan muda,”Tahun depan sosialisasi ke investor muda melalui kampus-kampus,”ungkapnya.

Tercatat sampai 18 Desember 2014, total aset yang disimpan The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) Next Generation sebesar Rp3.144,83 triliun atau naik 21,5% dari raihan sebesar Rp2.588,23 triliun di akhir Desember 2013.

Selain itu, kata Margaret, KSEI juga mendapatkan peningkatan keseluruhan jumlah efek sebesar 6,3% menjadi 1.249 per 18 Desember 2014, dari data jumlah efek 1.175 di akhir 2013 yang lalu. Kemudian total fasilitas tunggal investor atau single investor identification (SID) yang telah diraih KSEI meningkat sebesar 13,5% menjadi 363.746 per 18 Desember 2014, dari raihan total SID sebesar 320.506 di akhir Desember 2013.

Margeret menegaskan, total SID yang diraih sampai per 18 Desember 2014 masih banyak diraih oleh lokal sebanyak 353.890 SID, sedangkan sebesar 9.856 SID masih diraih oleh lokal,”Untuk SRE yang aktif totalnya 465.623, untuk lokal sebanyak 452.494, sedangkan asing sebanyak 12.129,”ujarnya.

Di usia ke-17, KSEI telah banyak melakukan inovasi pelayanan sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian di pasar modal Indonesia, sekaligus sebagai regulator bersama dengan Self Regulatory Organization (SRO) dan termasuk tantangan yang dihadapi ke depannya,”Hal utama yang menjadi perhatian KSEI saat ini adalah bagaimana mewujudkan rencana yang sudah kami tetapkan sebelumnya agar dapat terealisasi sesuai waktunya. Tidak hanya memperhatikan target dan deadline, tetapi kualitas pengembangan infrastruktur tetap menjadi perhatian karena harus sesuai dengan tantangan dan tuntutan kebutuhan pasar," kata Margeret.

Disebutkan, Dari tiga rencana strategis KSEI, yakni proyek pengembangan C-BEST (The Central Depository and Book Entry Settlement System) Next Generation, AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) Financial Hub dan Jaringan Pengelolaan Investasi Terpadu, status dan progress pengembangannya sejauh ini masih sesuai rencana.

Sinergi dengan perbankan yang mulai dijajaki KSEI sejak akhir tahun 2013, membuka peluang akses masyarakat yang lebih mudah untuk dapat berinvestasi di pasar modal. Dari sisi potensi, keempat bank yang telah menjalin kerja sama dengan KSEI ini secara total memiliki sekitar 5.000 kantor cabang, dan lebih dari 30.000 mesin ATM. Berdasarkan catatan data KSEI, dari 343.317 total RDN, sebanyak 317.229 rekening dibuka di PermataBank, Bank Mandiri, CIMB Niaga dan BCA. Jumlah ini secara total dapat menjangkau 90% investor pasar modal yang dibukakan RDN di keempat bank tersebut. Untuk kerja sama Co-Branding Fasilitas AKSes, saat ini telah tersedia pada jaringan ATM PermataBank, dan menyusul Bank Mandiri yang direncanakan akan live pada Januari 2015. (bani)

Related posts