Libur Natal, IHSG Rawan Profit Taking

NERACA

Jakarta – Berlanjutnya perburuan investor domestik di pasar modal, akhirnya membawa indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kokoh berada di zona hijau. Mengakhiri perdagangan, Selasa (23/12), IHSG ditutup tumbuh 13,296 poin (0,26%) ke level 5.139,069. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 3,271 poin (0,37%) ke level 886,402.

Analis Pefindo, Guntur Tri Hariyanto mengatakan bahwa pergerakan indeks BEI cenderung mengikuti laju bursa saham global, terutama Amerika Serkat yang cenderung menguat,”Menjelang akhir tahun, sentimen di pasar saham cenderung minim sehingga pergerakan indeks BEI mengikuti laju mayoritas bursa global," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/12).

Dia menambahkan bahwa penguatan indeks BEI juga cenderung dalam kisaran yang terbatas seiring dengan sebagian investor yang mulai mengurangi aktivitasnya di pasar saham. Namun demikian, tren indeks BEI masih positif hingga akhir tahun. Sentimen dari pemerintah yang fokus kepada pembangunan infrastruktur masih cukup kuat, itu masih menopang pasar saham Indonesia.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, sebagian investor masih melakukan akumulasi saham, meski keadaan pasar yang relatif mulai melambat dengan melakukan pembelian secara selektif,”Saham perbankan dan konstruksi menjadi salah satu pilihan, saham di sektor itu masih relatif akan mempunyai kinerja bagus di 2015,”ungkapnya.

Berikutnya, menjelang libur panjang Natal, pelaku pasar mulai memanfaatkan indeks BEI yang kuat dalam beberapa hari untuk aksi ambil untung. Oleh karena itu, IHSG rentan bakal terkoreksi. Pada perdagangan kemarin, investor asing masih memilih untuk lepas saham. Transaksi investor asing hingga siang hari tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 198,169 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.664 kali dengan volume 12,116 miliar lembar saham senilai Rp 6,834 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 143 turun, dan 88 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia terkena aksi ambil untung setelah naik cukup tinggi. Akhirnya sore rata-rata ditutup di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.350 ke Rp 17.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 68.100, Astra Agro (AALI) naik Rp 325 ke Rp 23.275, dan Batavia (BPII) naik Rp 295 ke Rp 1.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Impack (IMPC) turun Rp 500 ke Rp 5.150, Mayora (MYOR) turun Rp 325 ke Rp 20.575, SMART (SMAR) turun Rp 325 ke Rp 7.575, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 225 ke Rp 12.525.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 16,791 poin (0,33%) ke level 5.142,563. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 3,717 poin (0,42%) ke level 886,848. Dana asing masih terus mengalir keluar lantai bursa. Untungnya aksi beli investor domestik bisa menahan indeks di zona hijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 121.581 kali dengan volume 5,945 miliar lembar saham senilai Rp 3,018 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 121 turun, dan 76 saham stagnan. Bursa-bursa regional tak lagi kompak menguat seperti diawal. Pasar saham Tiongkok jatuh ke teritori negatif gara-gara aksi jual.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.350 ke Rp 17.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 625 ke Rp 68.275, Unilever (UNVR) naik Rp 175 ke Rp 31.675, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 150 ke Rp 9.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam Sdan masuk dalam kategori top losers antara lain Impack (IMPC) turun Rp 500 ke Rp 5.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 325 ke Rp 59.150, Mayora (MYOR) turun Rp 225 ke Rp 20.675, dan Matahari (LPPF) turun Rp 150 ke Rp 14.300.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 20,73 poin atau 0,38% menjadi 5.145,94. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,98 poin (0,65%) ke posisi 888,85. Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, indeks BEI dibuka menguat, namun aksi jual saham oleh sebagian investor masih membayangi menjelang libur panjang Hari Raya Natal dan cuti bersama,”Menjelang libur panjang, potensi volume jual cenderung lebih besar dibandingkan beli seiring keinginan untuk ambil untung," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, investor asing dalam beberapa hari terakhir ini cenderung melakukan lepas saham, kondisi itu dapat berpotensi menahan penguatan IHSG BEI lebih tinggi, apalagi laju bursa saham di kawasan Asia juga bergerak dengan kecenderungan mendatar.

Sementara itu, tim analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan dari dalam negeri masih ada sentimen positif bagi indeks BEI yakni pemerintah akan mengarahkan pengelolaan keuangan negara dengan dasar defisit anggaran yang lebih sehat.

Disebutkan, target defisit anggaran pemerintah saat ini akan lebih kecil dibandingkan masa pemerintahan sebelumnya. Selain itu, pemerintah juga berencana memperbaiki defisit transaksi berjalan. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 13,71 poin (0,06%) ke 23.422,28, indeks Nikkei naik 13,74 poin (0,08%) ke 17.635,14, dan Straits Times menguat 2,06 poin (0,06%) ke posisi 3.332,95. (bani)

Related posts