Ancol Kembangkan Kawasan Pantai Timur - Investasi Dana Rp 150 Miliar

NERACA

Jakarta –Mengantisipasi peningkatan pengunjung yang terus bertambah tiap tahunnya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PPJA) akan mengalokasikan dana Rp 150 miliar dari total belanja modal tahun depan sebesar Rp 1,2 triliun untuk pengembangan pantai di kawasan Pantai Timur Ancol.

Direktur Resort dan Rekreasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Syahrir Sahali mengatakan, perusahaan akan memperpanjang pantai berpasir di kawasan tersebut sepanjang 3,4 kilometer dan lebar 15 meter,”Akan kami sambungkan pantai berpasir dari belakang Hotel Mercure, Putri Duyung Cottage hingga Restoran Bandar Djakarta, dan akan diterangi dengan lampu-lampu penerangan,”ujarnya di Jakarta, Selasa (23/12).

Selanjutnya, perusahaan akan menyiapkan atraksi laut berupa banana boat, jet ski, jet boat, venue dinner, panggung di tengah laut untuk live music, di sekitar pantai berpasir tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menarik lebih banyak jumlah pengunjung hingga 20 jutaan dari posisi akhir tahun sebanyak 17,5 juta pengunjung. Maklum, perusahaan menargetkan kenaikan pendapatan hingga 18% menjadi Rp 1,5 triliun tahun depan dari peningkatan pengunjung, tanpa kenaikan tarif tiket,"Kami tidak berencana menaikan tarif, kami tetap optimis ini akan meningkatkan kapasitas kami ke depan, mengingat keindahan Ancol sebenernya adalah keindahan pantai, sebagai lahan bermain dan sebagainya," katanya.

Teuku juga percaya kontribusi unit usaha rekreasi akan meningkat tahun depan seiring penambahan kapasitas. Perusahaan menargetkan kenaikan kontribusi unit usaha rekreasi sebesar 17% menjadi 87%, atau setara Rp 1,3 triliun. Selama ini rekreasi menyumbang 70% total pendapatan dan sisanya properti.

Sebelumnya, perusahaan berencana melakukan ekspansi usaha senilai total Rp 5,5 triliun hingga 2020 mendatang. Sejumlah Rp 2,6 triliun untuk reklamasi pantai seluas 32 ha terkait pengembangan kawasan dunia fantasi ocean dan sisanya Rp 2,9 triliun untuk pembangunan apartemen, perkantoran, kondominium dan villa.

Selain itu, perseroan juga berencana mengembangkan ekspansi bisnisnya di luar Jakarta, yaitu di Jimbaran Bali dengan luas lahan 200 hektar. Nantinya, pembangunan rekreasi tersebut akan mix used dengan pembangunan properti.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Gatot Setyowaluyo pernah bilang, ekspansi bisnis rekreasi di Bali akan dilakukan pada tahun depan. Saat ini, rencana tersebut masih dalam kajian,”Pengembangan bisnis di Bali akan menggandeng perusahaan swasta, namun belum bisa dibicarakan secara detail karena masih dalam kajian,”ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, untuk pembangunan rekreasi di Bali akan menggunakan dana internal perseroan dan saat ini tengah menunggu proses izin penggunaan hak paten atau intelektual private untuk memilih wahana yang akan dipakai, apakah Universal Studio atau wahana yang ada di Disneyland Amerika. Sayangnya, Gatot belum mau menyebutkan nilai investasi pengembangan proyek rekreasi dan wisata di Bali. (bani)

BERITA TERKAIT

150 Petani Kangkung Bogor Dimotivasi Tingkatkan Kapasitas

150 Petani Kangkung Bogor Dimotivasi Tingkatkan Kapasitas NERACA Bogor - Sebanyak 150 petani kangkung dari tiga kecamatan di wilayah Kabupaten…

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…