Tambah Gerai, Fast Food Siapkan Dana Rp 240 Miliar - Bidik Pendapatan Rp 4,93 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan makanan cepat saji, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) akan terus ekspansi di tahun depan dengan terus menambah gerai baru guna meningkatkan penjualan. Tahun depan, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp240 miliar untuk membuka cabang Kentucky Fried Chicken (KFC) di sejumlah wilayah.

GM Finance and Adminstration Fast Food, Mario B Leadres mengatakan, ekspansi terus dilakukan lantaran industri consumer goods atau makanan masih cukup menarik, ditunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan yang diperkirakan 7%,”Kita akan membuka 40-45 cabang baru yang sebagian besar tipe dari restoran tersebut adalah free standing. Perusahaan juga akan menambah 20 KFC BOX (scaled-down model),”ujarnya.

Dijelaskan, untuk pembukaan 40-45 cabang restoran bertipe free standing diperlukan dana sekitar Rp200 miliar dan sisanya, Rp40 miliar akan dialokasikan untuk pembukaan 20 KFC BOX. Disebutkan, untuk memuluskan rencana perseroan dalam pembukaan cabang baru tersebut, perseroan akan menyiapkan dana investasi bersumber dari kas internal perusahaan, dan sebagian dari kerja sama.

Asal tahu saja, perseroan akan terus membuka cabang dari Sabang sampai Merauke untuk memanfaatkan potensi pasar industri makanan cepat saji. Per September 2014, perusahaan telah memiliki 476 restoran, yang tersebar di Jabodetabek sebanyak 176 restoran, di Jawa 115 restoran, Bali/NTB/NTT sejumlah 21 restoran, Sumatera 92 restoran, Sulawesi sekitar 36 restoran, Kalimantan 27 restoran, Maluku ada empat restoran, dan Papua enam restoran.

Kata Mario, imbas kenaikan upah minimum provinsi (UMP) berdampak pada hasil operasional perseroan. Alhasil, pada tahun ini perusahaan telah melakukan pengurangan beberapa karyawan guna menerapkan program efisiensinya,”Untuk mengurangi dampak kenaikan tersebut, KFC terus menjalankan program pengurangan karyawan per restoran rata-rata sebanyak 37 karyawan per restorannya. Kami juga tidak memperpanjang kontrak karyawan yang sudah selesai kontrak dan membatasi penerimaan karyawan baru,”ungkapnya.

Tahun ini, perseroan menghadapi beberapa faktor negatif, salah satunya kenaikan upah mininum nasional diseluruh jaringan restoran KFC, dari yang biasanya 14,5% pada tahun-tahun sebelumnya atau kecuali tahun 2013 menjadi sekitar 18% pada awal 2014.

Menurut Mario, faktor kenaikan upah sangat berdampak pada hasil operasional perseroan pada tahun ini. Apalagi kenaikan upah tidak mengakibatkan kenaikan omzet perusahaan, makanya perseroan lakukan efisiensi dengan cara mengurangi karyawan. Selain itu, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai akibat dari penurunan subsidi juga berdampak pada kenaikan biaya material handling, perjalanan, dan transportasi. Ditambah, perusahaan juga menghadapi faktor negatif lainnya yakni kenaikan harga LPG dan Listrik.

Tahun depan, perseroan membidik penjualan sebesar Rp4,8 triliun-Rp4,93 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan proyeksi penjualan tahun ini sebesar Rp4,36 triliun,”Kami perkirakan pertumbuhan penjualan pada tahun 2015 minimal 10% dan maksimal sebesar 13%," kata General Manager Business Development Fast Food, Gandhi Lie.

Dia menjelaskan, peningkatan penjualan pada tahun depan akan didukung oleh pertambahan sekitar 65 cabang baru. Lokasinya akan disebar dari Sabang sampai Merauke.,”Restoran baru nanti, sekitar 40-45 sebagian besar bertipe free standing dan 20 KFC BOX (scaled-down model),”tuturnya.

Selain pengembangan restoran, dia menambahkan, juga didukung oleh peningkatan transaksi melalui pemasaran perusahaan. Perseroan juga akan terus berinovasi dengan menambah menu-menu restoran KFC. (bani)

BERITA TERKAIT

Perbesar Pasar Ekspor - Sritex Bidik Pendapatan US$ 1,19 Miliar

NERACA Jakarta – Seiring dengan upaya memperbesar pasar ekspor, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex tahun ini mengincar…

Tunggu Pernyataan Efek Efektif OJK - Krida Jaringan Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Menyatakan siap mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk tengah menunggu pernyataan efektif penerbitan…

Jual Tanobel Sehat Nutrisi - CLEO Raup Dana Segar Rp 11 Miliar

NERACA Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengantungi dana segar senilai Rp11 miliar dari penjualan saham perseroan di PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…