Rumah Sehat, Rumah Bebas Kuman

Sabtu, 27/12/2014

Setiap keluarga di Indonesia pasti ingin kalau rumah yang ditinggalinya nyaman dan sehat. Sebab rumah yang sehat juga akan memberoi efek positif bagi penghuninya. Dengan kata lain, jika penghuni rumah sering sakit mungkin ada yang salah dalam menjaga kebersihan rumah dari berbagai kuman penyakit yang mengintai.

Solusinya adalah dengan menggunakan disinfectant, atau sebuah produk pembersih yang mampu membunuh kuman penyakit. Biasanya daerah yang sering menjadi sarang kuman penyakit adalah di kamar mandi dan dapur. Meski demikian, bukan berarti ruangan lain dilupakan. Untuk itu sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yuk kita bersihkan rumah kita.

Mengapa kuman harus dibasmi. Pembasmian kuman sangat penting untuk terus dilakukan, karena dengan demikian kondisi bersih dapat menjamin kesehatan lingkungan rumah. Namun demikian, urusan membasmi kumanbukan perkara mudah.

Karena jumlah kuman terus berkembang menjadi 2 kali lebih banyak dalam setiap 20 menit. Atau satu kuman menjadi 64.000.000.000 kuman baru dalam 12 jam. Ukuran mereka terlalu kecil sehingga tidak tampak oleh mata biasa. Mereka selalu bergerak / pindah tempat karena angina, manusia, air, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, tidak semua kuman menyebabkan penyakit bagi manusia. Adapula jenis yang dimanfaatkan manusia untuk keperluan proses makanan atau minuman. Jenis yang menyebabkan penyakitkan disebut pathogenic dan jenis yang tidak menyebabkan penyakit disebut non-pathogenic.

Selain itu, kuman tidaklah selamanya berada dipermukaan lantai, yang selalu dapat kontak langsung dengan mop pembersih (alat pel). Banyak pula kuman yang bersembunyi di dalam kotoran di lantai yang sudah mengering.

Jika sudah begini, solusinya adalah dengan melakukan pembersihan menyeluruh yang mengandung empat tahapan. Beikut empat tahapan tersebut.

Pertama, basahkan permukaan kotoran (wetting). Tahap awal ini dapat terjadi jika pembersih dapat secara effective memecah tegangan permukaan air pelarutnya sehingga larutan pembersih dan air dapat kontak 100% dengan kotorannya.

Kedua, tahap penghancuran/pelarutan kotoran. Tahap ini terjadi karena larutan pembersih dan air mampu mengikat kotoran untuk menjadi larutan netral. Tahap ini sering disebut emulsification. Ada juga proses pelarutan kotoran yang dibantu dengan tenaga mekanis seperti penggosokan atau pengikisan dengan butiran-butiran abrasive.

Ketiga, tahap penahanan larutan kotoran, penahanan ini penting dimana kotoran tidak terpisah lagi dari larutan pembersih, sehingga tidak perlu melakukan emulsification lagi.

Dan terakhir adalah tahap pembilasan. tahap Ini adalah pemindahan larutan kotoran (pembersih) dari permukaan bendanya. Tidak semua larutan kotoran yang bercampur dengan pembersih dapat pindah dari permukaan saat dibilas. Kesimpulannya, keadaan demikian menunjukkan mutu pembersih yang rendah.