Libur Akhir Tahun, Momen Tepat Kembangkan Karakter Anak

Anak Harus Bermain. Jika belajar itu menyenangkan maka ilmu itu akan mudah diserap

NERACA

“Bermain adalah untutan jiwa anak untuk menuju ke arah kemajuan hidup jasmani maupun rohani.” (Ki Hadjar Dewantara)

Hal yang paling diidamkan dan menyenangkan siswa akhirnya datang juga. Ya, apalagi kalau bukan liburan. Bagaimana tidak? Liburan sekolah merupakan saat yang membahagiakan bagi anak-anak setelah disibukkan dengan rutinitas kegiatan belajar di sekolah.

Maka dari itu, para orang tua diharapkan dapat memanfaatkan momen liburan akhir tahun untuk mengembangkan karakter anak dengan mengajak mereka mengisi aktifitas bermanfaat yangb berunsur edukatif. Karena pendidikan tidak hanya dilakukan di sekolah atau kursus, tapi juga lewat hal-hal menarik pada saat-saat liburan. Selain itu, pengalaman nyata akan lebih berkesan daripada teori di kelas.

Tentu banyak sekali kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan untuk mengisi saat liburan. Seperti bermain sambil belajar. Bermain merupakan hal yang disukai anak-anak. Banyak permainan sains sederhana yang dapat dilakukan bersama-sama tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang belajar.

Permainan sains sederhana yang dapat dilakukan diantaranya permainan tentang pesawat sederhana seperti permainan sulap fisika sederhana, membuat roket air, belajar keseimbangan, dan sebagainya. Semua jenis permainan itu dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat sederhana yang dapat ditemukan di rumah dan tidak berbahaya.

Aktivitas lainnya yang dapat dijadikan alternatif adalah berburu buku di toko buku atau pameran buku, mengunjungi perpustakaan, Kunjungan ke panti asuhan untuk mendidik moral anak, Kunjungan ke tempat bersejarah dan museum.

Selain itu, orang tua juga bisa mengajak anak wisata edukasi. Berwisata tidak harus ditempat yang mahal. Banyak wisata alam murah yang dapat dijadikan alternatif mengisi liburan, salah satunya adalah mengajak anak pergi berkebun untuk mengenalkan mereka tentang bagaimana bercocok tanam.

Ya, berkebun dengan anak merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk meluangkan waktu bersama guna menjaga hubungan anak dan orang tua. Selain melatih kesabaran saat merawat dan menunggu tanaman hingga tumbuh besar, berkebun juga melatih kreatifitas anak dan mendidik anak lebih mencintai lingkungan.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan saat berlibur di perkebunan, anak-anak bisa belajar bercocok tanam seperti, menyemaikan benih, menyiapkan media tanam, memilih jenis tanaman, serta memetik buah dan sayuran.

Saat ini banyak lokasi wisata perkebunan yang menawarkan paket liburan berkebun untuk keluarga dan anak-anak. Bagi yang berada di sekitar Jakarta, Taman Wisata Mekarsari bisa menjadi pilihan. Selain dekat, taman yang letaknya di Jalan Raya Cileungsi, Bogor-Jawa Barat memiliki pilihan wisata berkebun. Seperti paket menanam padi atau paket menanam buah dalam pot.

Di sini anak-anak akan diajarkan bagaimana cara menanam padi, buah dan sayuran mulai dari pembibitan hingga pemanenan. Anak-anak juga akan diajarkan bagaimana cara mengolah media tanam yang baik untuk tanaman buah dan sayuran. Lelah berkebun, anak-anak bisa memetik aneka buah segar dalam pot sekaligus bisa memakannya di tempat.

Apabila orang tua ingin mebawa anak-anak berkebun sambil menikmati hawa pegunungan yang sejuk dengan pemandangan yang indah, kawasan Ciwidey, Bandung-Jawa Barat bisa dijadikan pilihan. Di kawasan Ciwidey dan Rancabali banyak dijumpai perkebunan buah dan sayuran seperti, stroberi, tomat, daun selada dan brokoli.

BERITA TERKAIT

VW dan Ford Akan Bermitra Kembangkan Mobil Swakemudi

Volkswagen dan Ford selangkah lagi akan mencapai kesepakatan untuk bermitra dalam mengembangkan kendaraan swakemudi (self-driving) dan listrik, kata  Kepala Eksekutif,…

Saudagar Bugis: - Kembangkan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

Menteri PANRB Syafruddin mengajak seluruh pengusaha yang tergabung dalam Saudagar Bugis Makassar untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Sulawesi Selatan…

Waspadai Anak Bermain Gawai Keseringan

    Dokter Spesialis Anak DR. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A(K) mengatakan bayi di bawah umur lima tahun (balita) yang cenderung…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

PPDB Zonasi Banyak Dikeluhkan

      Sejumlah warganet mengeluhkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)…

Waspadai Anak Bermain Gawai Keseringan

    Dokter Spesialis Anak DR. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A(K) mengatakan bayi di bawah umur lima tahun (balita) yang cenderung…

Merajut Jaring Literasi Baca Anak

    "Halo, perkenalkan, namaku Ceta. Aku mau ajak teman-teman di sini untuk bermain tebak-tebakan. Mulai dari kelompok perempuan dulu,…