PIP Biayai Tol Kunciran-Serpong - Dikucurkan Rp 96 Miliar

NERACA

Jakarta--Pusat Investasi Pemerintah (PIP) kembali mengucurkan pinjaman kepada PT Marga Trans Nusantara guna membiayai pembangunan jalan tol ruas Kunciran-Serpong. Adapun Pinjaman tersebut berupa dana talangan sebesar Rp96 milar untuk pembebasan tanah. “Perjanjian Investasi ini dalam bentuk pemberian pinjaman sebagai dana talangan untuk pengadaan tanah pembangunan jalan tol ruas Kunciran-Serpong antara PIP dgn PT Marga Trans Nusantara Rp 96 miliar," dalam siaran persnya, Jakarta,8/9

Dalam pernyataan itu, PIP juga akan memberikan pinjaman kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), tetapi apabila Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mendapat dana dari APBN tahun ini maka pinjaman BUJT tersebut baik pokok maupun bunga akan dibayar BPJT. Selanjutnya BUJT tersebut akan berhutang ke BPJT

Seperti diketahui, ruas tol Kunciran-Serpong ditenderkan pemerintah pada 17 September 2005 dan penetapan pemenang telah dilakukan Menteri Pekerjaan Umum pada 11 Oktober 2007. Namun pembangunan tol tersebut termasuk satu dari 24 tol yang kemajuannya lambat. Rencananya perjanjian penandatangan pinjaman tersebut akan dilakukan pada hari Jumat 9 September pukul 9.30 di Kantor PIP, Graha Mandiri Lantai 5, Jalan Imam Bonjol 61, Jakarta.

Sebelumnya, bukan hanya Kuncitan-Serpong yang kekurangan dana pembebasan tanah. Bahkan pemerintah masih membutuhkan dana sekitar Rp 390 miliar untuk membebaskan tanah dalam proyek tol lingkar dalam Jakarta. Lingkar dalam ini nantinya akan menjadi lingkar ke-4 yang akan menghubungkan Cawang dan Bekasi dengan melewati Kampung Melayu (Becakayu) sepanjang 22 Km. "Pembebasannya masih perlu kurang lebih Rp 390 miliar lah dan itu harus dari dukungan pemerintah. Itu dari Bekasi, Cawang, kampung Melayu," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak.

Hermanto menjelaskan, pembukaan tender untuk membangun ruas jalan tol lingkar dalam ke-4 tersebut rencananya akan dibuka setelah lebaran yang akan jatuh sekitar minggu depan. "Itu nanti yang setelah lebaran kami tenderkan. Yang ruas jalan tol tingkat paling dalam tadi," ujarnya.

Sebelumnya Dana bergulir (BLU) untuk pembebasan lahan proyek tol yang dikelola Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) makin menipis. Pihak Kementerian PU telah melayangkan surat kepada menteri keuangan untuk menambah anggaran melalui dana talangan (bridging) Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

"Mengenai BLU, sampai saat ini, Menteri Pekerjaan Umum sudah menyurati ke Menteri Keuangan Rp 3,85 triliun untuk dianggarkan sampai saat ini belum, sampai Oktober kita butuh Rp 2,8 triliun dengan minjam dulu dari PIP," kata Kepala BPJT Ahmad Gani Gazali Mei 2011 lalu.

Ia mengatakan, saat itu dana bergulir BLU yang dikelola BPJT sudah kekurangan bahkan sudah hampir habis. Gani mengaku dari total dana yang telah digelontokan Rp 2,3 triliun saat Mei 2011 hanya tersisa Rp 200 miliar. **cahyo

Related posts