Persiapkan Perencanaan Keuang Untuk Masa Depan - Menyambut Tahun Baru

Pengunjung tahun 2014 sudah di depan mata. Selain mempersiapkan pesta akhir tahun, artinya juga tiba waktu untuk mengatur kembali perencanaan keuangan keluarga dalam setahun ke depan.

NERACA

Mengatur keuangan dengan baik akan memberikan banyak manfaat, antara lain mencapai cita-cita keluarga, seperti pendidikan berkualiatas untuk anak, merencanakan dana pensiun, membeli rumah kedua yang lebih besar, membeli mobil, memulai bisnis/usaha.

Mengantisipasi terjadinya masalah keuangan keluarga, seperti sampai terbelit hutang. Dengan melakukan perencanaan keuangan, risiko yang mungkin timbul dapat diantisipasi. Selalu ada kontrol arus keluar masuk keuangan keluarga, sehingga bisa dideteksi dengan baik dan tidak ada istilah “Lebih besar pasak daripada tiang”.

Tahun Baru merupakan saat bagi kita memperbaharui komitmen untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Mungkin ada di antara kita yang berpikir, bahwa cara untuk memiliki keuangan yang lebih baik adalah dengan mencari pekerjaan baru, agar mendapat gaji yang lebih tinggi. Bahkan, ada yang sudah membuat rencana dan target, dengan gaji baru yang berjumlah 2 kali lipat dari yang sekarang.

Nah, kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan kita? Pastinya adalah melakukan pengelolaan keuangan yang baik. Jadi, jangan dulu berpikir untuk mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, sebelum kita dapat mengontrol keuangan dengan baik.

Intinya bukanlah berapa besar penghasilan kita, tetapi bagaimana pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan pada dasarnya terbagi atas empat hal. Yang pertama adalah check up atau melakukan analisa keuangan. Kedua. merencanakan dan menentukan target atau tujuan keuangan, dan ketiga bagaimana realisasinya atau pelaksanaannya.

Keempat monitoring. Jadi kita harus melakukan 4 aturan pokok itu untuk mempunyai pengelolaan keuangan yang lebih baik. Karena dengan pengelolaan keuangan yang baik, kita akan dapat memenuhi semua kebutuhan kita sehari-hari, membayar tagihan tepat waktu, melunasi utang, dan memenuhi tujuan keuangan jangka panjang.

Sebelum melakukan ke empat langkah tersebut, miliki dulu dana darurat yaitu dana untuk keperuan darurat sebesar 3 – 6 bulan biaya pengeluaran. Sebagai seorang ibu rumah tangga, Sintya menilai perencanaan keuangan sangat penting. Pasalnya, sebelum menyusun rencana keuangan yang baru di tahun ini, ia lakukan evaluasi perencanaan keuangan tahun lalu terlebih dulu.

"Melakukan evaluasi sangatlah penting agar bisa mengelola keuangan dengan baik kedepannya," katanya.

Menurut ibu dua orang anak itu, dengan melakukan evaluasi, dia bisa mengetahui letak kesalahan dan kegagalan anda dalam mengelola keuangan. Dengan mengetahui letak kegagalan akan bisa melakukan langkah-langkah perbaikan.

Kedua, evaluasi dapat menjadi dasar untuk melakukan penyesuaian terhadap tujuan keuangan yang mungkin berubah dari rencana semula. Sebelum mulai membuat rencana keuangan pribadi atau keluarga yang baru, sebaiknya anda menetapkan kembali tujuan keuangan anda. Tujuan keuangan ini sangat penting untuk menentukan arah perencanaan keuangan kita.

BERITA TERKAIT

Pertimbangkan Kajian Pelaku Pasar - Soal Saham Gocap Ditunda Hingga Tahun Depan

NERACA Jakarta – Menuai banyak penolakan, rencana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus saham gocap atau penurunan batas minimal harga…

Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha Baru Dibina

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian hingga saat ini membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri. Program strategis yang…

Komoditas Rempah Sasar Peluang Pasar Ekspor Baru

NERACA Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebutkan komoditas rempah menjadi peluang Indonesia untuk menyasar pasar ekspor baru yang bukan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…