Gandeng MB-IPB, BTPN Wisuda Nasabah Mikro - Program Pendampingan & Pemberdayaan Meningkatkan Kapasitas Nasabah

NERACA

Sebagai bank yang fokus dan konsisten menggarap segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), termasuk masyarakat prasejahtera produktif (mass market), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) meyakini nasabahmass markettidak hanya membutuhkan akses finansial, tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas hidup mereka.

Untuk mewujudkan itu, BTPN mengimplementasikan sebuah program pendampingan dan pemberdayaan nasabah yang disebut Daya. DAYAadalah program pelatihan yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan di seluruh kantor cabang BTPN. Daya memiliki tiga pilar program, yaituDaya Sehat Sejahtera,Daya Tumbuh Usaha, danDaya Tumbuh Komunitas.

Daya diterapkan pada seluruh unit bisnis BTPN, yaituBTPN Purna Bakti,BTPN Mitra Usaha RakyatdanBTPN Sinaya. Daya juga diterapkan pada anak usaha BTPN Syariah. Penerima manfaat Daya adalah seluruh nasabah BTPN yang meliputi para pensiunan, pelaku UMKM, serta komunitas pra-sejahtera produktif.

Guna meningkatkan kualitas Program Daya, BTPN menggandeng Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB) untuk ikut menyusun berbagai macam kurikulum modul pelatihan yang dibutuhkan nasabah. Salah satu bentuk apresiasi kepada Nasabah BTPN yang telah mengikuti seluruh modul Daya, pada 17 Desember lalu BTPN dan IPB kembali melakukan wisuda nasabah mikro.

“Tahun ini, total nasabah BTPN yang telah menuntaskan modul Daya mencapai 10.000 nasabah. Kami melakukan wisuda secara simbolis untuk 300 nasabah di empat kota. Wisuda ini bentuk apresiasi kami atas kesungguhan nasabah mengikuti berbagai pelatihan,” kataDirektur BTPN, Mulia Salim.

Proses wisuda telah dilakukan kepada 50 nasabah di Palembang (8 Desember 2014), 50 nasabah di Banjarmasin (10 Desember 2014), 50 nasabah di Semarang (11 Desember 2014), dan 150 nasabah di Bogor (17 Desember 2014).

BTPN dan MB-IPB meyakini implementasi program Daya dapat meningkatkan kapasitas usaha nasabah. Program ini juga efektif mengatasi hambatan yang dihadapi para pelaku usaha mikro. Berdasarkan hasil penelitian MB-IPB, pelaku UMKM mengalami beberapa tantangan dalam mengembangkan usaha mereka.

“Pertama, pelaku UMKM cenderung belumbankable, baik disebabkan belum adanya manajemen keuangan yang transparan maupun kurangnya kemampuan manajerial dan finansial.Kedua, kurangnya pengetahuan akan pemasaran, produksi danquality control, keuangan dan akuntansi. Hal ini disebabkan oleh minimnya kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi serta kurangnya akses pendididan dan pelatihan untuk mengembangkan kapasitas usaha,” paparDirektur program pascasarjana Manajemen dan Bisnis, Institut Pertanian Bogor (MB-IPB), Arief Daryanto.

BERITA TERKAIT

Puluhan Ribu Usaha Mikro Naik Kelas

Puluhan Ribu Usaha Mikro Naik Kelas NERACA Jakarta - Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM Prakoso BS mengungkapkan,…

Bank Sumut Targetkan Kelola Dana Nasabah Prioritas Rp400 miliar

      NERACA   Medan - Bank Sumut menargetkan jumlah nasabah prioritas hingga akhir 2017 mencapai 300 dengan total…

Blanja.com Gelar Promosi Pesta Blanja Poin - Gandeng Telkomsel

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk apresasi dan loyalitas para pelanggan, perusahaan e-commerce Blanja.com berkolaborasi dengan Telkomsel menggelar ajang promosi ‘Pesta…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…