Makassar Gelar Pesta Payung Sambut 2015

Menghabiskan malam pergantian tahun bersama-sama orang dekat memang menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, apalagi bila bisa mengunjungin tempat-tempat yang menarik. Berlibur ke Makassar untuk merayakan tahun baru mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. mengunjungi kota ini saat malam pergantian tahun, kita akan disambut akan dengan acara Pesta Payung di Bukit Samata yang terletak di sekitar UIN Alauddin Samata, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Dari Bukit Samata, kita akan menyaksikan lansekap Kota Makassar yang sangat cantik, sambil menikmati alunan musik dari sejumlah band indie Makassar, juga pesta kembang api. Selain itu, bersiaplah dibuat tertawa dengan aksi stand up comedy. Adapun paket-paket yang disediakan adalah, paket grup dengan jumlah maksimal 4 orang, paket couple untuk 2 orang dan paket single untuk satu orang. Paket sudah termasuk menginap di tenda, breakfast, coffee break, mantel dan payung. Harga paket dimulai dari Rp100-500 ribu.

Tahun baru identik dengan hujan namun di Pesta Payung 2015, cuaca buruk tidak akan jadi penghalang. Justru saat hujan turun, pengunjung akan dibagikan mantel dan payung warna-warni sehingga acara semakin meriah. Makassar adalah ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di tengah kepulauan Indonesia dengan penerbangan tersibuk di bagian timur.Bandar Udara Sultan Hassanudin saat ini adalah salah satu bandara termodern di Indonesia yang menghubungkan para pelancong dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan, serta sekitar Sulawesi sendiri.

Sementara itu ke arah jauh di timur Indonesia menjadi lanjutan penerbangan dari dan ke Maluku dan Papua. Makassar menjadi kota pelajar atau kota pendidikan yang didatangi dari berbagai pulau di bagian timur Indonesia untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi yang tersedia. Makassar memiliki taman bermain yang besar yang bernama Trans Studio sebagai taman bermain indoor terbesar ketiga di dunia.

Di Makassar kita dapat menemukan jejak sejarah kolonial di Nusantara pada abad ke-16 dan 17, wisata kuliner, serta menikmati wisata bahari di Pantai Losari dimana perahu pinisi dan perahu sandeq bisa kita lihat. Menjelang malam hari, Jalan Sulawesi merupakan tempat yang tepat bagi pasangan untuk menikmati suasana makan malam romantis sambil melihat Matahari terbenam di laut. Di sana terdapat tenda-tenda makanan yang berderet sepanjang kurang lebih 1 km dan disebut sebagai “Meja Makan Terpanjang di Dunia".

BERITA TERKAIT

Dishub Jabar Gelar Mudik Gratis "Selamanya"

Dishub Jabar Gelar Mudik Gratis "Selamanya" NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat…

MK Sambut Dua Hakim Konstitusi Kembali Terpilih

MK Sambut Dua Hakim Konstitusi Kembali Terpilih NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui juru bicaranya Fajar Laksono menyatakan menyambut…

Indonesia Akan Gelar Kongres Notaris Dunia

Indonesia Akan Gelar Kongres Notaris Dunia NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PPINI) Tri Firdaus Akbarsyah…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ekowisata Kalimantan, Cara Pelesir Asyik di Paru-paru Dunia

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2014-2015 setidaknya 0,82 juta hektare (Ha) hutan Indonesia hilang pertahunnya akibat…

Natuna Resmi Berstatus Geopark Nasional

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik penetapan kawasan Geopark Nasional di Kabupaten Natuna. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Arif…

Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat

Sebagai sebuah provinsi Papua Barat terbilang muda, namun bentang dan guratan alam di sini sudah sama tuanya dengan daerah-daerah eksotis…