Intan Baruprana Bidik Pembiayaan Rp 3,5 Triliun

Selasa, 23/12/2014

NERACA

Jakarta – Perusahaan pembiayaan alat berat, PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) menargetkan aset hingga Rp3,5 triliun pada tahun 2015. Selain itu, perseroan yang merupakan anak usaha perusahaan alat berat PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan penyaluran pembiayaan baru tahun 2015 dapat mencapai Rp 1,5 triliun, tumbuh sekitar 36% dari target penyaluran pembiayaan tahun ini yang sebesar Rp 1,1 triliun.

Untuk itu, perseroan berencana memasuki lini usaha anjak piutang sejalan dengan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29/POJK.5/2014, yang memperbolehkan perusahaan multifinance untuk memberikan produk pembiayaan lain.

Direktur Utama Intan Baruprana Hartono Jap mengatakan, selama ini perseroan hanya memberikan pembiayaan untuk sewa guna usaha (leasing),”Adapun untuk leasing komposisi pembiayaan Intan Baruprana terbagi menjadi dua, yaitu 50% di sektor tambang dan non tambang 50%,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, sektor non tambang antara lain terdiri dari minyak dan gas (oil and gas), transportasi, logistik, maupun kesehatan (health care). Ke depan, Hartono mengungkapkan, Intan Baruprana tertarik memasuki pembiayaan anjak piutang dengan jaminan (collateral).

Namun, dia menyatakan, perseroan belum berniat mengurangi pembiayaan leasing secara signifikan jika nanti jadi menambah lini usaha baru. Sebaliknya, IBF memilih mengurangi porsi pembiayaan secara bertahap. Pada kesempatan yang sama, Direktur Intan Baruprana Samuel Kendra memaparkan, sampai November 2014 perseroan sudah membukukan pembiayaan sebesar Rp 900 miliar dari target sampai akhir tahun yang sebesar Rp 1,1 triliun. “Tahun depan, kami menargetkan pembiayaan baru dapat mencapai Rp 1,5 triliun,” ujar Hartono.

Samuel menuturkan, sebelumnya pembiayaan leasing perseroan hanya terbatas untuk sektor pertambangan. Namun, mulai 2012 perusahaan yang berdiri sejak 1991 ini mulai mendiversifikasi produk. “Kami bukan bermaksud meninggalkan tambang. Tetapi, IBF mulai masuk ke sektor-sektor industri lain. Kami ikut menunjang program pemerintah, seperti pembaiyaan infrastruktur dan health care,” tutur dia.

Terkait health care, Samuel menyatakan, potensi pembiayaan untuk sektor tersebut cukup bagus. Sejauh ini untuk sektor itu, Intan Baruprana memberikan pembiayaan untuk mesin magnetic resonance imaging (MRI), mesin scanning, dan mesin roentgen. “Potensinya bagus, kan setiap tahun ada pembaharuan,” ungkap dia.

Sebagai informasi, perseroan yang baru listing di pasar modal awal pekan ini, memproyeksikan nilai aset tahun depan meningkat 16,67% dari target tahun ini sebesar Rp3 triliun. Sementara untuk laba bersih (net income) pada tahun 2015 diproyeksikan sebesar Rp100 miliar. (bani)