AP II Siapkan 174 Penerbangan Tambahan

Antisipasi Lonjakan Penumpang

Selasa, 23/12/2014

NERACA

Jakarta – PT Angkasa Pura II bekerjasama dengan maskapai penerbangan menyiapkan 174 penerbangan ekstra untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada Natal dan Tahun Baru 2015. Manager Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II, Yudis Tiawan mengatakan, kesiapan penerbangan tambahan sudah disiapkan sejak 19 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015.

Jumlah tersebut terdiri atas 166 domestik dan delapan penerbangan international dengan rincian 70 penerbangan Sriwijaya, 49 citilink, 31 penerbangan Air Asia, delapan penerbangan China Air dan 16 penerbangan Garuda Indonesia. PT angkasa Pura memprediksi kota-kota yang menjadi tujuan libur pada natal dan tahun baru terdapat 10 kota. Misalnya Surabaya, Denpasar, Kualanamu, Balikpapan, Yogyakarta, Padang, Jambi, Pontianak dan Batam.

"Beberapa daerah tersebut menjadi daerah tersibuk setiap tahunnya meskipun ada beberapa kota tujuan lainnya yang menjadi tujuan liburan saat natal dan tahun baru," ujarnya di Tangerang, Banten, dikutip dari Antara di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, mulai 22 Desember, operator bandara Soekarno - Hatta siap menyambut pengguna jasa bandara bagi yang akan pergi atau datang berlibur. Berbagai macam fasilitas pengamanan juga telah disiapkan untuk kenyamanan penumpang. "Intinya berbagai persiapan sudah kita lakukan sejak jauh - jauh hari," ujarnya.

PT Angkasa Pura II menyiagakan 868 CCTV atau kamera pengintai yang disiapkan di setiap terminal dan beberapa titik jalan kawasan Bandara Soekarno - Hatta. Yudis Tiawan mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan tenaga pengamanan dari aviation security, paskhas TNI AU, garnisun dan Polisi Militer. "CCTV atau kamera pengintai sudah kami tempatkan di terminal, akses kontrol, perimeter, operasi penertiban ganguan keamanan dan pengaturan lalu lintas," ujarnya.

Fasilitas keamanan dan kenyamanan penumpang lainnya uakni seperti X-Ray dengan walk thorough metal detector serta hand hels metal detector. Pihaknya pun berkoordinasi dengan Polres bandara soekarno - hatta. Petugas pun akan menerapkan SOP seperti pemeriksaan tiket termasuk larangan membawa barang yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. "Dangerous good tetap dalam pengawasan CCTV di semua akses terminal dan perimeter terus dilakukan patroli," paparnya.

PT Angkasa Pura II pun bekerjasama dengan maskapai penerbangan menyiapkan 174 ekstra flight untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada Natal dan Tahun Baru 2015. Jumlah tersebut terdiri dari 166 domestik dan delapan flight international. Adapun rinciannya 70 flight sriwijaya, 49 flight citilink, 31 flight air asia, delapan flight china air, 16 flight garuda indonesia.

Kota - kota yang menjadi tujuan libur pada natal dan tahun baru yakni terdapat 10 kota, di antaranya Surabaya, Denpasar, Medan, Balikpapan, Yogyakarta, Padang, Jambi, Pontianak dan Batam. Pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, meningkatkan pengawasan keamanan terhadap lalu lintas penumpang menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2015.

"Pengawasan ini sangat dibutuhkan mengingat Bali sampai saat ini masih menjadi destinasi wisata paling favorit bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara terlebih saat liburan panjang Natal dan tahun baru," kata General Manajer PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Herry A.Y Sikado dilansir Antara, Senin.

Untuk mengoptimalkan pengawasan tersebut, pihaknya bersama instansi terkait lain membuka dua posko monitoring di salah satu bandara tersibuk di Tanah Air itu. Posko itu dibuka di lantai satu area penjemputan terminal internasional yang dilayani hingga 4 Januari 2015.

Sedangkan satu posko pendukung didirikan di terminal domestik. Kedua posko itu selain melibatkan petugas Angkasa Pura, juga dari Otoritas Bandara Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai dan Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI AU. "Selaku pengelola, kami ingin memastikan kesiapan fasilitas penunjang operasional serta memantau pergerakan arus penumpang dan pesawat," katanya.

Ia memperkirakan akan terjadi peningkatan penerbangan sekitar tujuh persen dibandingkan tahun 2013. Sebanyak lima maskapai penerbangan yang melayani rute domestik mengajukan penambahan penerbangan atau "extra flight". Lima maskapai nasional itu yakni Nam Air untuk rute Surabaya dengan frekuensi penerbangan sebanyak 14 kali dengan kapasitas penumpang sebanyak 2.464 orang, Indonesia Air Asia untuk rute Denpasar-Yogyakarta dengan 14 frekuensi penerbangan berkapasitas 2.520 orang.

Sedangkan tiga maskapai penerbangan dengan rute Denpasar-Jakarta yakni Sriwijaya Air dengan 14 frekuensi sebanyak 2.464 orang, Citilink sebanyak 70 frekuensi penerbangan dengan kapasitas 12.600 penumpang dan Garuda Indonesia sebanyak empat frekuensi penerbangan dengan kapasitas penumpang 648 orang.