Sawit Sumbermas Akuisisi Dua Perusahaan Sawit

Selasa, 23/12/2014

NERACA

Jakarta - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk akan mengakuisisi dua perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah sebagai upaya perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan produksi, operasional serta finansial perseroan,”Rencana akuisisi dua perkebunan kelapa sawit tersebut menjadi bukti bahwa emiten perkebunan ini sangat komit meningkatkan kapasitas lahannya sambil tetap menjaga produktivitas," kata Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rimbun Situmorang di Jakarta, Senin (22/12).

Dua perkebunan sawit yang diakuisisi adalah PT Tanjung Sawit Abadi (TSA) dan PT Sawit Multi Utama (SMU) dari PT Citra Borneo Indah. Dikatakan akuisisi dilakukan menjadi salah satu solusi untuk memenuhi tingginya permintaan produk minyak kelapa sawit mentah (CPO) di masa mendatang, sekalipun harus menghadapi tantangan yang tak ringan.

Rencananya akhir tahun ini akan diselenggarakan rapat umum pemegang saham untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi tersebut. Sebab akuisisi ini merupakan transaksi material dan terafiliasi.

Tercatat hingga September 2014, kinerja perusahaan membaik dan diperkirakan laba bersih selama 2014 mencapai Rp735 miliar, naik 16,2% dibanding perolehan laba 2013. Kinerja keuangan yang sehat akan tetap menjadi salah satu kunggulan SSMS sebagai perusahaan perkebunan yang sebagian sahamnya dimiliki publik, dengan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2014 naik 39,9% menjadi Rp477,6 miliar.

Pada periode sama penjualan perseroan juga naik 23,6% dibanding periode sama tahun lalu menjadi Rp1,56 triliun. Keunggulan perusahaan dalam mencapai laba, katanya, dengan lahan seluas 78.070 hekatre dan berada di daerah strategis merupakan keuntungan tersendiri bagi perusahaan.

Kinerja operasional perkebunan sawit perusahaan pun terbilang unggul, karena usia rata-rata pohon adalah 7,7 tahun yang merupakan usia produktif dengan menggunakan bibit unggul generasi kedua dari Lonsum, Socfin, Damimas, dan ASD Kostarika.

Sementara tantangan yang dihadpi adalah harga CPO yang fluktuatif dan cenderung melemah selama 2014. Harga CPO pada kuartal kedua tahun 2014 alami penyesuaian karena koreksi musim panas El Nino,”Bahkan harga CPO kuartal ketiga tahun 2014 masih tertekan karena pasokan minyak nabati dunia meningkat setelah panen yang baik di Amerika," kata Rimbun Situmorang.

Namun demikian, dia memprediksi gejolak harga CPO yang cenderung meningkat hanya akan bersifat jangka pendek dan selanjutnya membaik lagi. Mengenai prospek ke depan, Rimbun mengatakan antara lain berkomitmen melanjutkan terus pengembangan 39.081 hektare lahan yang siap ditanam dengan mentargetkan penambangan 5.000 sampai 5.500 hektare lahan tertanam baru setiap tahun.

Asal tahu saja, perseroan berencana membangun tiga pabrik kelapa sawit (PKS) dalam waktu tiga tahun mendatang. Langkah ini sejalan dengan target produksi crued palm oil (CPO) yang dalam setahun bisa naik 20%. Nantinya perusahaan ini akan membangun pabrik masing-masing dengan kapasitas 30 ton sampai 45 ton per jam. Pabrik akan berlokasi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. (bani)