Pekan Ini Pasar Obligasi Bakal Menguat

Selasa, 23/12/2014

NERACA

Jakarta – Pekan terakhir di penghujung tahun 2014, pasar obligasi diprediksi masih memiliki peluang hanya menguat tipis jika didukung sentimen positif di pasar,”Diharapkan sentimen positif dapat kembali mewarnai pasar obligasi di pekan ini,”kata Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (22/12).

Dia menambahkan, dengan kembalinya pelaku pasar untuk melakukan transaksi obligasi dan memanfaatkan pelemahan sebelumnya membuat pasar obligasi mampu bergerak naik di akhir pekan. Dirinya memprediksikan, jika terjadi penguatan maka masih akan tipis dengan perubahan harga obligasi rerata sebanyak 30-55 basis points (bps) dan pelemahan harga hingga minimal rerata 65-85 bps,”Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada," ujar Reza.

Sementara pada pekan lalu, berlanjutnya sentimen negatif di awal pekan seiring imbas sentimen negatif sebelumnya dari penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 oleh Bank Dunia; kenaikan suku bunga (BI rate) ke level 7,75%; hingga masih berlanjutnya laju rupiah yang cenderung tertekan dengan masih menguatnya dollar AS membuat pelaku pasar cenderung kembali melepas obligasinya.

Namun pasca dirilisnya pemberitaan terkait hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed yang belum mensinyalkan akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, membuat laju pasar obligasi dan bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak di zona hijau, sehingga berimbas pada laju kenaikan pasar obligasi dan IHSG yang terkena sentimen positifnya.

Sebagai informasi, saat ini pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi maupun sukuk yang diterbitkan sepanjang tahun ini menembus Rp46,84 triliun, yang disumbang dari 49 emisi dari 36 emiten. Disebutkan, total nilai penerbitan obligasi tersebut bertambah dengan dicatatkannya Obligasi Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2014, yang diterbikan PT Permodalan Nasional Nadani (PNM).

Obligasi senilai Rp500 miliar tersebut terdiri atas tiga seri, yakni Seri A sebesar Rp67 miliar dengan jangka waktu 370 hari, Seri B senilai Rp187 miliar dengan jangka waktu 3 tahun, dan Seri C senilai Rp246 miliar dengan jangka waktu 5 tahun. Sebelumnya telah dicatatkan Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Tahap II Tahun 2014, yang diterbitkan PT Surya Artha Nusantara Finance.

Obligasi senilai Rp1 triliun tersebut menawarkan kupon bunga tetap sebesar 10,50% per tahun, dengan tanggal pelunasan pokok obligasi pada 16 Desember 2017. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi maupun sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini sebanyak 259 emisi dari 103 emiten, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp223,72 triliun dan US$ 100 juta.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai 91 seri sebesar Rp1.219,37 triliun dan US$ 540 juta serta enam Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp3,15 triliun. (bani)