OJK Apresiasi Langkah LJK

Sukseskan Edukasi Keuangan

Senin, 22/12/2014

NERACA

Jakarta - Pada penutupan acara Pasar Keuangan Rakyat 2014, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penghargaan kepada Lembaga Jasa Keuangan (LJK) atas peran aktifnya berkontribusi terhadap kegiatan literasi dan edukasi keuangan sepanjang tahun 2014 untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pemahaman dan layanan keuangan.

Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono serta Anggota Dewan Komisioner yang juga merangkap sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJKFirdaus Djaelani, kepada 20 perwakilan LJK, termasuk dari industri perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan, pasar modal, dana pensiun dan pegadaian yang telah berpatisipasi secara aktif dalam berbagai inisiatif edukasi literasi keuangan sepanjang tahun 2014.

“Kami berterima kasih untuk partisipasi aktif dari seluruh LJK dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai keuangan kepada masyarakat dalam acara Pasar Keuangan Rakyat 2014. Kami harap peran aktif ini akan mampu meningkatkan jumlah masyarakat yang memahami layanan dan produk keuangan sehingga mereka dapat memanfaatkannya baik untuk keuangan pribadi maupun keuangan keluarga,” kata Rahmat dalam acara penutupan Pasar Keuangan Rakyat 2014, di JIExpo Kemayoran Jakarta, Minggu (21/12).

Rahmat menambahkan dalam acara PKR ini banyak diperkenalkan produk-produk yang sangat inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat bagi kehidupan sehari-hari seperti kartu bayar pengganti uang tunai, berbagai produk-produk asuransi mikro, pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor seperti city car hemat BBM, investasi emas, online trading pasar modal, dan produk dan jasa keuangan lainnya. Produk dan jasa keuangan ini sangat beragam dan memiliki karakter dasar dan aspek risiko sendiri-sendiri. Untuk itu, sangat penting bagi pelaku LJK untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada konsumen agar mereka memahami produk dan jasa keuangan yang diberikan.

Berdasarkan laporan dari panitia, terdapat lebih dari 80 acara yang diselenggarakan selama berlangsungnya PKR ini, baik yang diselenggarakan dipanggung utama, warung-warung maupun ‘booth’ masing-masing LJK dan regulator.

“Kami mengharapkan melalui acara-acara yang berlangsung di PKR ini, masyarakat dapat lebih memahami dan mengetahui produk dan layanan keuangan secara lengkap dan transparan sehingga berguna untuk pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga,” tutur Rahmat.

Nilai transaksi hari pertama

Panitia acara PKR mencatat pada hari pertama pelaksanaan PKR 2014, total nilai transkasi mencapai sekitar Rp 929 juta, dengan jumlah total pengunjung lebih dari 9.800 orang. Sektor perbankan memberikan kontribusi nilai total transaksi sebesar Rp 585 juta dari sekitar 161 orang pengunjung.

Sementara sektor pasar modal menyumbangkan total nilai transaksi sebesar Rp 384 juta dari 44 pengunjung. Di lain pihak, sektor asuransi mencatat nilai transaksi Rp 117 juta dari sekitar 358 orang pengunjung.

Sektor pembiayaan membukukan total transaksi sebesar Rp 130 juta dari 1 orang pengunjung, meski pengunjung di sektor ini seluruhnya mencapai 275 orang. Selain itu, di sektor pegadaian tercatat nilai transaksi Rp 59 juta yang dilakukan oleh 20 orang pengunjung. Jumlah ini merupakan prestasi yang cukup menggembirakan dan diharapkan akan terus meningkat di acara-acara serupa di tahun – tahun mendatang.

“Saya juga ingin memberikan apresiasi kepada Kelompok Kerja (Pokja) Literasi Keuangan yang telah bekerja dengan keras mempersiapkan acara ini dengan sebaik-baiknya. Saya sangat bangga PKR ini disiapkan bersama OJK, LJK dan sahabat-sahabat OJK sebagai wujud persembahan insan keuangan kepada masyarakat luas,” tutur Rahmat.

Dalam acara ini juga OJK memberikan penghargaan kepada LJK untuk kategori ‘booth’ atau warung terbaik dalam acara Pasar Keuangan Rakyat (PKR) 2014. Tiga pemenangnya adalah Panin Asset Management, Prudential Life Assurance Cha Ching dan Pegadaian.

Pasar Keuangan Rakyat 2014 ini diselenggarakan oleh OJK pada 20-21 Desember 2014 dan diikuti oleh 244 pelaku usaha jasa keuangan dari 6 industri jasa keuangan dan lembaga/asosiasi, yang terdiri dari 70 Bank, 61 Perusahaan Asuransi, 52 Perusahaan Sekuritas termasuk Manajer Investasi, 40 Perusahaan Pembiayaan, 1 Dana Pensiun Lembaga Keuangan, Pegadaian, dan 19 Lembaga lainnya (Otoritas, Asosiasi industri jasa keuangan, dan lainnya). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi keuangan, memperoleh informasi mengenai sektor jasa keuangan, produk dan layanannya, serta menyediakan berbagai produk dan jasa keuangan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan.

Pasar Keuangan Rakyat merupakan salah satu bentuk implementasi Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia, yaitu Edukasi dan Kampanye Nasional Literasi Keuangan. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik 2013, Produk Domestik Bruto (PDB) per Kapita selama periode 10 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat pendapatan masyarakat Indonesia semakin meningkat. [bani]