Lonjakan Pemudik Picu Kebutuhan BBM

NERACA. Derasnya pemudik memicu lonjakan kebutuhan BBM selama aktifitas datang dan pergi para pemudik. Seperti dirasakan sejumlah pelabuhan, stasiun dan bandara seluruh Indonesia yang mengalami lonjakan kedatangan pemudik asal luar negeri hingga 100%.

Meningkatnya penggunaan pelbagai transportasi, tak pelak mendorong meningkatnya kebutuhan bahan bakar. Seperti diungkap Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), yang melansir terdapat kenaikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tajam sepanjang arus mudik pada akhir Agustus 2011. Peningkatan konsumsi BBM yang signifikan terlihat terutama di Pulau Jawa bagian Barat hingga Tengah.

Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menyatakan bahwa sepanjang jalur Panturan di Jawa Barat hingga Jawa Tengah kenaikan konsumsi BBM sangat signifikan. Yakni sekitar 30-40%. Namun berbeda dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah, konsumsi BBM di wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur tidak terlalu melonjak. Misalnya dari Semarang hingga Pati, yang kenaikannya hanya 15%.

Ia menilai lonjakan konsumsi BBM dalam kurun waktu satu pekan terakhir akibat peningkatan pengguna kendaraan bermotor yang mudik ke kampung halaman. Tubagus menyebutkan, secara kuantitatif, terjadi peningkatan cukup besar dalam hal pengguna kendaraan pribadi baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Meski terjadi lonjakan konsumsi BBM, Tubagus meyakini volume atau kuota BBM bersubsidi yang sudah ditetapkan sebesar 40,4 juta kiloliter dalam APBNP 2011 tidak akan terlampaui. Hal ini dikarenakan peningkatan konsumsi BBM bersubsidi pada saat menjelang hari raya sudah diperhitungkan oleh pemerintah.

"Ini kan kejadian luar biasa, sudah diperkirakan kenaikannya. Dalam 1-2 bulan ini akan turun, dan dua builan terakhir, November-Desember naik lagi," jelas Tubagus.

Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku belum mendapatkan laporan dari kementerian teknis mengenai tingkat konsumsi BBM bersubsiudi selama arus mudik Lebaran tahun ini. Pemerintah menegaskan tidak akan ada kekurangan pasokan BBM bersubsidi bagi pemudik. "Tidak ada laporan kekurangan BBM, karena kita siapkan BBM di daerah tertentu menggunakan tangki cadangan," tegas Hatta.

Dia menambahkan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah-langkah untuk menjamin ketersediaan pasokan BBM selama arus mudik dan arus balik. Menurutnya, dengan penambahan dan peningkatan tangki cadangan di beberapa daerah, pihaknya meyakini tidak ada alasan atau laporan terkait kekurangan pasokan BBM di daerah-daerah yang dilalui arus mudik dan arus balik.

Hatta meyakini tidak ada pemudik yang merasakan kekurangan pasokan bahan bakar selama perjalanan. Dia juga menjamin tidak ada spekulasi atau permainan harga bahan bakar di sepanjang jalur mudik dan balik.

Data Balai Pelayanan Perlindungan dan Pemberangkatan TKI (BP3TKI) Jateng menyebutkan, sedikitnya 190 orang TKI mulai berdatangan sejak empat hari terakhir. Jumlah ini jauh melebihi jumlah kedatangan di hari biasa yang hanya rata-rata 60 orang per hari. TKI yang datang ini beragam negara tujuan, seperti Arab Saudi, Hongkong, Taiwan, Singapura dan Malaysia.

General Manajer Bandara Internasional Ahmad Yani Kolonel (CPM) Priyo Jatmiko mengatakan, baru dua maskapai yang sudah mendapat izin untuk extra flight. Yakni Garuda Indonesia (1 flight) dan Batavia Air (1 flight). Keduanya mengajukan penambahan slot time. Dan selama arus mudik, diperkirakan terjadi lonjakan penumpang hingga 10%. Sedangkan tiap hari, jumlah pesawat yang datang mencapai 30-32 unit pesawat, jumlah itu jauh melebihi pada hari biasa yang maksimal mencapai 30 pesawat.

Direktur Operasi dan Teknik PT AP I Harjoso T Prijanto menambahkan, traffic pesawat di Bandara Ahmad Yani ini masih lebih rendah dibanding Bandara Juanda (Surabaya) dan Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta).

Menurutnya, dalam sehari jadwal penerbangan di Bandara Juanda bisa mencapai 400-450 flight, sedangkan di Bandara Adi Sucipto 60-70 flight per hari. Tidak dipungkiri selama arus mudik, terjadi delay karena traffic kedatangan pesawat yang begitu padat. Untuk itu, ia mengimbau pada maskapai agar benar-benar mematuhi regulasi.

Related posts