SMR Utama Catatkan Rugi US$ 3,38 Juta

NERACA

Jakarta - Produsen mangan, PT SMR Utama Tbk (SMRU) mencatatkan rugi bersih hingga September 2014 naik menjadi US$3,38 juta dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$3,28 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta, kemarin.

Perseroan juga membukukan pendapatan naik tajam menjadi US$11,16 juta dari US$668,94 ribu, dan beban pokok mencapai US$10,20 juta dari beban pokok tahun sebelumnya US$2,36 juta. Laba bruto yang diraih perseroan US$959,53 ribu dari rugi bruto tahun sebelumnya US$1,69 juta. Beban umum tercatat US$2,56 juta, naik dari beban umum tahun sebelumnya US$1,41 juta.

Kemudian rugi usaha turun jadi US$2,41 juta dari rugi usaha tahun sebelumnya yang sebesar US$3,12 juta, dan beban keuangan naik jadi US$892,37 ribu dari US$161,91 ribu membuat rugi sebelum pajak naik jadi US$3,31 juta dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya US$3,28 juta. Jumlah aset perseroan hingga September 2014 mencapai US$217,30 juta, naik tajam dari jumlah aset per Desember 2013 yang sebesar US$20,09 juta.

Sebagai informasi, transaksi saham perseroan di pasar modal sering bulak balik disuspensi atau dihentikan sementara oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran mengalami kenaikan transaksi harga saham di luar kewajaran.

Pada September lalu, BEI melalukan suspensi perdagangan saham PT SMR Utama Tbk dan Waran Seri I SMRU (SMRU-W) karena meningkatnya harga kumulatif secara signifikan. Disebutkan, harga saham SMRU melonjak sebesar Rp134 atau 135,35% dari harga penutupan Rp99 pada 24 Juli 2014 menjadi Rp233 pada 28 Agustus 2014.

Maka sehubungan itu, BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham SMRU dan Waran Seri I SMRU, dalam rangka cooling down. Irvan Susandy pernah bilang, suspensi tersebut dilakukan di pasar reguler dan tunai, dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham SMRU dan Waran Seri I SMRU-W.

Oleh karena itu, kepada para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Jasa Utama Capital Bawa Tiga Perusahaan IPO

Minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal hingga akhir tahun cukup besar, meskipun saat ini kondisi pasar saham…

Menaker Klaim Fasilitasi Penempatan Kerja 8 Juta Orang

    NERACA   Bekasi - Kementerian Ketenagakerjaan mengklaim telah memfasilitasi penempatan kerja kepada delapan juta lebih angkatan kerja dalam…

Mandiri Utama Finance Luncurkan Produk Syariah

      NERACA   Jakarta – Melihat potensi pasar yang besar, PT Mandiri Utama Finance (MUF) meluncurkan produk pembiayaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…