Sukses dari Sebuah Mimpi

Neraca. Mimpi merupakan awal dari kesuksesan. Dan mimpi menjadi pengusaha sukses bukan mustahil menjadi sebuah kenyataan. Tentu mimpi yang diiringi dengan doa, kerja keras, semangat dan pantang menyerah.

“Jangan terlalu lama bermimpi, wujudkanlah dengan tekad dan keuletan berusaha.” Demikian kiat Pipie Soeyoto, sarjana pertanian yang ‘banting setir’ menekuni bisnis tas dan delivery service. Mimpi Pipie memang menjadi kenyataan, kini perusahaan dengan nama, PT Huda Rachma Grupindo (HRG) telah berkiprah pesat bersama ribuan karyawannya.

Huda Rachma Grupindo (HRG), adalah nama yang dipetik dari Huda dan Rachma, putar-putri tercinta Pipie. Usaha produksi tas yang dirintis sejak tahun 1992, berawal dari sebuah home industry skala kecil. Ia mengaku tak pernah membayangkan, bila perusahaan yang dirintisnya kelak berkembang dan kian meluas.

Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Jawa Tengah ini, konon sempat patah semangat lantaran pekerjaan yang diharapkan tak kunjung terwujud, “Tak sedikit aku mengirim surat lamaran. Tapi tak ada yang berujung sesuai harapan,” kenang Pipie ketika lulus dari bangku kuliah.

Bosan menunggu dan mencari pekerjaan, Pipie nekat membuka usaha. Ia bersyukur, niatnya membuka usaha didukung penuh orang-orang terdekat, termasuk keluarga tercinta. “Saat memulai langkah, keluarga sangat mendukung. Ini salah satu pendorong yang sangat kuat dan menentukan keberhasilan seseorang,” ujarnya memetik hikmah keberhasilan.

Dari sebuah garasi dirumahnya, Pipie mulai melayani pembuatan tas. Modalnya hanya dua unit mesin jahit dan tiga orang karyawan. Satu demi satu, order produksi tas miliknya mampu ia tuntaskan. Usaha pun mulai menggeliat berkembang. Seiring berjalannya bisnis tas, Pipie mulai merambah jenis usaha lain, yakni pemasokan tas untuk delivery service.

Ia siapkan karyawan dengan sepede motor sebagai kendaraannya. Sederhana? Yap namun sukses gemilang. Bisnis jasa delivery service yang ditekuni Pipie kini menjadi mitra beberapa perusahaan besar dibidang makanan siap saji, seperti McDonalds, Solaria, dan Burger King.

Tak hanya Jakarta, kepak sayap bisnis Pipie juga merentang ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Surabaya, Malang, Solo, dan Yogyakarta. Omzet pun tak terbendung, dengan tenaga kerja hingga ribuan jumlahnya. Luar biasa.

Merasa bisnis yang kini berkembang perlu perhatian lebih, Pipie pun enggan melirik jenis usaha lain. Sebuah kantor yang didirikan tahun 2002 silam, kini kerap ia sambangi. "Di pabrik ini, semua proses tetap saya awasi, mulai dari pemilihan bahan, pemilihan warna, sampai rekrutmen pegawai, saya urusi," kata Pipie yang terus berusaha meningkatkan mutu dan kualitas bisnis yang ditekuni.

Pipie memang telah menggapai mimpinya, dengan penuh kesabaran, doa dan kerja keras. Ia pun memberi saran, agar jangan takut mencoba. "Jangan takut bermimpi untuk menjadi orang sukses. Tetaplah berdoa agar kita bisa memberikan yang terbaik bagi kita semua. Dan tetap berusaha," ucapnya memberi kiat.

BERITA TERKAIT

BRI Syariah Terima Pelunasan Biaya Haji dari 9.642 Jamaah

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 9.642 calon jamaah haji melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di BRI…

Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha Baru Dibina

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian hingga saat ini membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri. Program strategis yang…

Pemerintah Serap Rp8,98 Triliun dari Lelang SBSN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp8,98 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…