WIKA Raih Kontrak Baru Rp 220 Miliar

Bangun Riset Kedokteran UI

Senin, 22/12/2014

NERACA

Jakarta – Menjelang tutup buku tahun 2014, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) masih mengantungi kontrak baru pembangunan gedung riset kedokteran Universitas Indonesia (UI) senilai kurang lebih Rp 220 miliar. Rencananya, pembangunan gedung tersebut akan rampung dalam 18 bulan kalender kerja.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, kontrak baru tersebut merupakan pembangunan Medical Education and Research Center (MERC) UI. WIK ditunjuk langsung UI sebagai pemenang tender berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi yang dilakukan oleh UI.

Disebutkan, perseroan bangga bisa menjadi bagian dalam proyek pembangunan Medical Education Research Center yang kelak akan menjadi sentra riset pendidikan dan penelitian kedokteran bertaraf internasional. Gedung yang menjadi episentrum riset kedokteran UI ini tak lepas dari kerja sama antara Islamic Development Bank (IDB), Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dikti), serta Universitas Indonesia.

Sebagai informasi, MERC akan dibangun di belakang gedung ciri khas FKUI Salemba yang terdiri dari dua buah unit, yaitu Unit Pendidikan dan Unit Penelitian. Sebagai informasi, PT Wijaya Karya Tbk masih mengandalkan proyek-proyek infrastruktur pemerintah dalam meningkatkan pendapatan. Namun tahun ini, perseroan memproyeksikan realiasi kinerja keuangan tidak akan sampai 100%, sebagai imbas dari pemangkasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2014.

Sekretaris Perusahaan WIKA Suradipernah bilang, dampak dari kebijakan pemangkasan APBN 2014 membuat tertundanya proyek-proyek sejumlah BUMN sepanjang 2014,”Proyeksi kinerja WIKA hingga akhir tahun memperhitungkan adanya pemangkasan APBN tahun 2014 pada proyek infrastrukur pemerintah, tertundanya proyek-proyek BUMN sepanjang 2014, dan pertimbangan lainnya,”ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga memproyeksikan perolehan laba hanya mencapai 90% dari target yang ditentukan,”WIKA hingga akhir tahun memproyeksikan perolehan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga akhir tahun berada pada kisaran 80-90% dari target Rp 678,65 miliar,”jelasnya.

Artinya, hingga akhir tahun 2014 besarnya laba bersih yang akan dicatatkan maksimal hanya mencapai angka Rp 610,76 miliar. Hingga kuartal III tahun ini sendiri perusahaan baru mencatat laba sebesar Rp 400,71 miliar.Angka ini merujuk juga pada proyeksi pendapatan usaha hingga akhir tahun yang juga lebih rendah dari target yang ditetapkan awal tahun."WIKA memproyeksikan penjualan tidak termasuk kerja sama operasi sebesar 97% dari target 2014 sebesar Rp 14,09 triliun," kata dia.

Tahun 2015, WIKA menyiapkan anggaran belanja modal hingga Rp 800 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk beberapa proyek konstruksi di pulau Jawa dan Kalimantan. Rencananya, anggaran belanja modal tersebut akan digunakan untuk pelayanan air bersih dan pembebasan lahan untuk membangun sebuah kawasan industri. (bani)