Garuda Masih Diselamatkan Harga Avtur - Dampak Pelemahan Rupiah

NERACA

Jakarta – Anjloknya nilai tukar rupiah hingga nyaris tembus Rp 13.000 per dollar AS menjadi kepanikan bagi pelaku pasar sehingga membawa aura negatif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Keoknya nilai tukar rupiah juga menjadi ancaman bagi emiten terhadap kinerja keuangan, khususnya yang memiliki utang dalam bentuk dollar AS dan termasuk biaya operasional yang menggunakan dollar AS, seperti yang dialami PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Arif Wibowo mengakui, pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terkahir ini memberikan imbas yang berarti terhadap kinerja keuangan perseroan. Namun kabar positifnya, beban keuangan maskapai plat merah ini terbantu dari turunnya harga avtur,”Ya, jadi memang ada dua hal di penghujung 2014, rupiah melemah sampai nyaris menyentuh Rp13.000 per dollar AS. Tapi, kita masih melihat ada opportunity di avtur," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, harga avtur yang turun drastis mendekati 60 sen per liter sangat menguntungkan bagi perseroan yang tidak berlipat ganda terhadap beban operasional Garuda Indonesia. Kendati demikian, Arif tidak memungkiri pelemahan rupiah turut memukul perseroan. Sebab, 78% dari ongkos operasional Garuda dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Dia menjelaskan, bisnis maskapai penerbangan saat ini menghadapi situasi yang sangat menekan. Namun hal ini menjadi tantangan bagi perseroan, seperti turbulence dalam pesawat. Dirinya berharap, keuntungan dari turunnya harga avtur hilang karena harga dollar AS yang terus naik,”Mudah-mudahan sih dolarnya jangan terus menerus naik, mudah-mudahan segera stabil tahun depan,”tuturnya.

Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada pernah bilang, pelemahan rupiah dalam jangka panjang bisa berdampak negatif terutama biaya operasional emiten yang menggunakan dolar. Selain itu, emiten memiliki utang berdenominasi dolar AS yang besar juga terbebani karena nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar,”Sektor transportasi seperti Garuda Indonesia Tbk kena dampaknya. Ada juga Samudera Indonesia,”ujarnya

Reza menambahkan, saat ini sektor tambang dan perkebunan juga kena imbas karena rupiah melemah. Padahal menurut Reza, bila rupiah melemah akan untungkan sektor saham tambang dan perkebunan. Namun lonjakan dolar Amerika Serikat, hal itu berpengaruh ke pasar komoditas karena pelaku pasar cenderung memilih mata uang. "Pasar komoditas juga ikut pelemahan," kata Reza.

Hal senada dikatakan Kepala Riset PT Universal Broker Securites, Satrio Utomo. Menurut dia, pelemahan rupiah akan menambah beban utang emiten yang banyak berdenominasi dolar. VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia Tbk, Pudjobroto menuturkan, biaya operasional di industri penerbangan sekitar 70% dalam dolar. Dengan nilai tukar rupiah merosot terhadap dolar maka menjadi tantangan bagi perseroan,”Setiap pelemahan Rp 100 maka biaya operasional bisa naik sekitar US$ 12,8 juta," kata Pudjobroto. (bani)

BERITA TERKAIT

Lindungi Kepentingan Publik - Garuda Perlu Perbaiki Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Menyikapi soal polemik laporan keuangan yang disajikan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), menurut Ketua Umum Institut Akuntan…

Mewaspadai Dampak Negatif Fanatisme Sempit

  Oleh : Alfisyah Kumalasari, Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan   Konten hoax yang masif ternyata tidak hanya disebabkan oleh rendahnya…

Lepas Bisnis Pembayaran - Telkom Masih Miliki 33% Porsi Saham Jalin

NERACA Jakarta –Dukung pemerintah dalam pembentukan holding BUMN sektor finansial, dimana Danareksa bakal ditunjuk sebagai holdingnya, menjadi alasan  PT Telekomunikasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Patok Harga Rp 221 Saham - GOLD Raup Rights Issue Rp 212,715 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan…

Investasikan Dana Rp 20 Miliar - Phapros Rambah Lini Bisnis Kosmetik

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis dan masuk ke bisnis kosmetik, emiten farmasi PT Phapros Tbk. (PEHA) menyiapkan investasi sebesar…

Gelar Rights Issue - Central Omega Bidik Dana Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta — Perkuat modal dan pengembangan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bakal menggelar penerbitan hak memesan efek…