Tekad Telkom Menjadi World Class Company - Janji Dirut Terpilih Alex J Sinaga

NERACA

Jakarta – Ambisi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi perusahaan operator telekomunikasi merah putih untuk terus go internasional dan mampu memiliki daya saing dengan negara tetangga, kembali ditegaskan Direktur Utama terpilih Telkom, Alex J Sinaga.

Kata Alex J. Sinaga, dirinya bertekad dengan kepercayaan pemegang saham untuk memimpin Telkom akan membawa perusahaan menjadi berkelas dunia dengan tiga programnya yaitu, penguatan kinerja bidang seluler, Indonesia Digital Network dan Internal Expansion,”Saya dan direksi berkomitmen menjadikan Telkom sebagai acuan industri telekomunikasi global. Industri telekomunikasi itu tanpa batas, jadi kita harus menjadi pemain global,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Alex, program pertama di bidang layanan seluler Telkom melalui anak usahanya PT Telkomsel berhasil mengembangkan bisnis digital melalui percepatan pembangunan infrastruktur. Disebutkan, Telkomsel juga sudah mengkomersialkan layanan seluler 4G LTE yang pertama di Indonesia,”Ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara lain di dunia yang mengadopsi teknologi 4G,"tandasnya.

Program kedua, pengembangan program Indonesia Digital Network (IDN), tidak hanya membangun infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga siap menggelar infrastruktur jaringan serat optik menghubungkan belahan dunia.

Telkom turut serta dalam pembangunan sistem komunikasi kabel laut internasional yang menghubungkan Indonesia ke negara-negara belahan Barat hingga Eropa melalui Konsorsium South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5). Selanjutnya konsorsium South East Asia-United States (SEA-US) yang menghubungkan Indonesia ke belahan Timur hingga Amerika,”Telkom juga sudah mengantongi rencana pembangunan jaringan kabel laut yang diberi nama "Indonesia Global Gateway" guna menghubungkan SEA-ME-WE 5 dengan SEA-US, proyek besar kabel laut berskala dunia ini melengkapi infrastruktur internasional yang telah dimiliki sebelumnya," ujarnya.

Program ketiga, mengembangkan bisnis internasional melalui ekspansi ke 10 negara, dimana hingga kini telah menjalankan bisnisnya di Singapura, Hongkong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, Taiwan, Macau, USA dan Saudi Arabia."Dengan tiga program utama itu, ditambah dengan penguatan bisnis yang sudah dijalankan, maka kontribusi Telkom kepada pemegang saham akan lebih besar, serta mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional,”katanya.

Selain itu, kata Alex, perseroan akan mengoptimalkan kebijakan pemerintah yang akan memangkas dividen BUMN untuk mendanai ekspansi bisnis Telkom lebih agresif lagi kedepannya. Menurutnya, besaran dividen yang harus disetorkan perusahaan kepada APBN 2015 sangat tergantung Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Telkom,”Tergantung pemegang saham. Kalau sama dengan tahun 2014, silakan. Kalau diminta diturunkan juga lebih bagus bagi perusahaan,”ujarnya.

Yang pasti, dirinya mendukung rencana Menteri BUMN Rini Soemarno yang akan mengurangi setoran dividen sejumlah perusahaan milik negara. Dengan penambahan modal untuk ekspansi memperkuat fondasi perusahaan sehingga dapat mengejar pertumbuhan yang lebih besar.

Pada tahun 2015, Telkom mengalokasikan dana sekitar Rp20 triliun yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan perusahaan. Menurut catatan, Telkom merupakan BUMN yang rutin setiap tahun menyetor dividen dengan besaran di atas 60% dari total laba bersih. (bani)

BERITA TERKAIT

MK Sambut Dua Hakim Konstitusi Kembali Terpilih

MK Sambut Dua Hakim Konstitusi Kembali Terpilih NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui juru bicaranya Fajar Laksono menyatakan menyambut…

OJK Evaluasi Pengangkatan Dirut Bank Sumut

    NERACA   Medan - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori menegaskan, OJK sedang…

Telkom Akuisisi Perusahaan Menara PST

Perkuat jaringan dan layanan di industri telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk  (Telkom) mengakuisisi perusahaan menara PT Persada Sokka Tama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…