STP Incar Pendapatan Tumbuh 70% - Rencanakan Rights Issue

NERACA

Jakarta – Sukses mengakuisisi menara BTS milik XL, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) terus gencar membidik menara BTS lainnya dan termasuk membangun BTS baru. Namun yang pasti, guna mendanai ekspansi bisnis tahun depan tidak sebesar tahun ini. Pasalnya, perseroan hanya mengganggarkan belanja modal tahun 2015 sekitar Rp 800 miliar hingga Rp 1triliun.

Direktur Keuangan PT Solusi Tunas Pratama Tbk, Juliawati mengatakan, belanja modal tahun depan tidak sebesar tahun ini yang habis digunakan untuk mengakuisisi BTS, “Dana capex tahun depan sebanyak Rp1 triliun. Dana capex tahun depan lebih kecil jika dibanding tahun ini,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, dana capex berasal dari kas internal perseroan dan tidak didatangkan dari pinjaman perbankan, karena masih terbilang kecil. Rencananya, dana capex akan digunakan untuk penambahkan tower perseroan. Selain itu, perseroan akan memperpanjang sewa lahan yang sudah jatuh tempo,”Dana capex untuk sewa tower, dan perpanjang lahan yang sudah jatuh tempo. Semua itu kita lakukan untuk ekspansi bisnis," tukasnya.

Juliawati juga mengungkapkan, pasca mengakuisisi BTS milik XL, diharapkan pendapatan tahun depan bisa tumbuh sebesar 70% dan juga dengan perolehan laba. Selain itu, perseroan memiliki rencana penerbitan right issue sebesar Rp2,4 triliun di awal Januari 2015.

Rencana right issue ini dengan cara mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD),”Pemegang saham sudah setuju rencana perseroan penambahan modal ditempatkan dan disetor melalui penawaran umum terbatas (PUT) II yang sudah diberikan sinyal positif dan persetujuan oleh OJK," kata Presiden Direktur Solusi Tunas Pratama, Nobel Tanihaha.

Dia menjelaskan, dana PUT II akan digunakan pembayaran fasilitas equity bridge dari BNP Paribas cabang Singapura, Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd (HSBC) cabang Jakarta, ING Bank NV cabang Singapura, JPMorgan Chase Bank cabang Singapura, dan Standard Chartered Bank berdasarkan perjanjian Fasilitas tertanggal 8 Desember lalu, sebagaimana diubah dalam surat perubahan tanggal 12 Desember 2014, untuk pendanaan akuisisi 3.500 menara telekomunikasi dari PT XL Axiata Tbk (EXCL)."Kami masih tetap konsisten dengan visi misi kami yaitu terus bertumbuh semakin kuat untuk menjadi penyedia infrastruktur telekomunikasi terkemuka di Indonesia," tegasnya.

Menurut dia, perseroan juga percaya di 2015 kebutuhan infrastruktur telekomunikasi akan semakin meningkat. Sehingga rencana PUT II merupakan strategi perseroan dalam mencapai visi dan misinya untuk kedepannya. (bani)

BERITA TERKAIT

Patok Harga Rp 221 Saham - GOLD Raup Rights Issue Rp 212,715 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan…

Gelar Rights Issue - Central Omega Bidik Dana Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta — Perkuat modal dan pengembangan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bakal menggelar penerbitan hak memesan efek…

BALI Catatkan Pendapatan Rp 300 Miliar

PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menyampaikan optimistis target pendapatan Rp600 miliar akan dapat tercapai pada akhir 2019. Pasalnya, sampai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…