Angkasa Pura II Mulai Jajaki Bisnis Jalan Tol - Dongkrak Pendapatan

NERACA

Jakarta – Meskipun bisnis jalan tol selalu menemui kendala soal pembebasan lahan, namun hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi PT Angkasa Pura II (AP II) untuk merambah bisnis jalan tol yang dinilai memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan.

Bahkan rencananya, tahun depan Angkasa Pura mulai menggarap bisnis jalan Tol dengan menggandeng perusahaan Jasa Marga yang sudah ahlinya berupa pembentukan anak usaha baru di jalan tol,”Nantinya unit usaha ini akan mengerjakan proyek pembangunan ruas tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 17,2 kilometer (km)," kata Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko di Jakarta, Kamis (18/12).

Dia menjelaskan, diversifikasi bisnis di jalan tol dimaksudkan untuk mengoptimalkan layanan Bandara. Dimana diharapkan, dengan penambahan ruas tersebut maka dapat memudahkan arus lalu lintas barang menuju lokasi penampungan kargo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,”Jasa Marga menguasai kepemilikan saham. Sedangkan AP II hanya sekitar 5% hingga 10% yang merupakan konversi lahan yang digunakan untuk pembangunan ruas tol tersebut,"tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura II Daryanto menambahkan, perseroan memproyeksikan pendapatan dari mengelola 13 bandara sebesar Rp4,86 triliun pada tahun ini. Hingga kuartal III tahun ini, perseroan membukukan pendapatan usaha Rp3,45 triliun,”Pencapaian tersebut dari lini aeronautika senilai Rp2,25 trilun pada periode Januari-September tahun ini," paparnya.

Aeronautika meliputi bea pendaratan, pelayanan penumpang, pemakaian aviobridge (Garbarata) dan pemakaian konter. Sisanya dari non aeronautika yakni sewa gudang, tanah, tempat reklame, konsesi, troughtput fee, parkir kendaraan.

Kemudian laba bersih di kuartal tiga tercatat Rp1,22 triliun. Angka itu melampaui target dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) yang diproyeksikan sebesar Rp1,07 triliun. Tahun ini, PT Angkasa Pura II mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp10 triliun pada tahun depan.

Disebutkan, capex tersebut akan digunakan perseroan untuk proyek pengembangan Terminal 3 Ultimate di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang rampung pada tahun depan. Selain itu, perseroan juga akan merevitalisasi Terminal I dan Terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah pengembangan terminal, kapasitas daya tampung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi 61 juta penumpang, atau naik 177% dibandingkan dengan kapasitas sekarang 22 juta penumpang.

Perseroan juga akan melakukan pengembangan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II International (Palembang), Bandara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Pangkal Pinang).

Sebelumnya, perseroan mendapat fasilitas kredit sebesar Rp1,5 triliun dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk. Pinjaman perbankan merupakan opsi utama pendanaan AP II saat ini. Keputusan itu berdasarkan hasil kajian dari PT Danareksa. Selain itu, AP II mengkaji instrumen surat utang ataupun kemitraan dengan swasta untuk pembangunan terminal IV ataupun runway ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (bani)

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…